Powered by Blogger.
Showing posts with label Batu. Show all posts
Showing posts with label Batu. Show all posts

Begini cara memboking artis puty revita

Wednesday, December 16, 2015

Masyarakat Indonesia pasti bertanya-tanya bagaimana cara bisa memboking Puty Revita, seorang mantan finalis Miss Indonesia 2014 yang umumnya harusnya bisa menjaga predikat yang didapatnya.

Menurut kuasa hukum O dan F selaku mucikari dari Puty, Osner Johnson, Puty Revita bisa dengan kudah di boking lantaran kedua mucikari yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu telah lama mengenal Puty sehingga dengan mudah menghubungkannya dengan pria hidung belang berduit.

10 Pahatan Luar Biasa di Gunung Batu

Tuesday, March 15, 2011

1. The Fortress of Brest
http://hermawayne.blogspot.com
The Fortress of Brest adalah monumen perang kedua terbesar di Uni Soviet. Terletak di kota Brest Belarus. Patung ini merupakan penghargaan untuk "keberanian" bertahan yang terkenal saat melawan Jerman yang menyerang Uni Soviet selama hari-hari pertama Perang Dunia II. Ukurannya sangat mengesankan dan bentuknya menampilkan ketangguhan.

2. Mount Rushmore National Memorial
http://hermawayne.blogspot.com
Mount Rushmore National Memorial merupakan patung granit yang diukir mejadi sebuah wajah di Gunung Rushmore dekat Keystone, Selatan Dakota, Amerika Serikat. Dipahat oleh Gutzon Borglum dan kemudian oleh anaknya Lincoln Borglum, Gunung Rushmore setinggi 60-kaki (18 m) berbentuk patung dari kepala mantan presiden Amerika Serikat George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt dan Abraham Lincoln. Seluruh memorial meliputi 1,278.45 hektar (5,17 km2) dan 5.725 kaki (1.745 m) di atas permukaan laut.

3. The Confederate Memorial Carving
http://hermawayne.blogspot.com
Stone Mountain Park memiliki patung relief tinggi terbesar di dunia, The Confederate Memorial Carving. Ukiran tersebut untuk menghormati 3 pahlawan Konfederasi Perang Sipil, Presiden Jefferson Davis dan Jenderal Robert E. Lee dan Thomas J. "Stonewall" Jackson. Seluruh Permukaan yang diukir seluas 3 hektar, lebih besar dari lapangan sepak bola. Ukiran dari 3 orang ini 400 kaki di atas tanah, seluas 90 sampai 190 kaki, dan tersembunyi 42 kaki ke gunung. Titik terdalam dari ukiran yang berada di siku Lee, yaitu 12 kaki ke permukaan gunung.

4. The Bust of Ataturk
http://hermawayne.blogspot.com
Sebuah patung raksasa The Bust of Ataturk, pendiri Republik Turki, sedang dibangun di Buca, pinggiran kota pelabuhan Aegean dari Izmir, Turki barat.
Catatan kecil: Sebuah sapi dilaporkan telah dikirim ke desa lain oleh pemiliknya setelah menghancurkan sebuah patung Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki, di taman sekolah dasar di provinsi timur Malatya.

5. The Matreiya Buddha
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak di Perbukitan Jishi 35 kilometer (22 mil) barat daya desa Yongjing, Provinsi Gansu. Gua Bingling Thousand Buddha adalah kekayaan budaya dari Jalur Sutra. Yang terbesar dari patung-patung, The Matreiya Buddha, berdiri hampir setinggi 100 kaki (27 meter).

6. Petra
http://hermawayne.blogspot.com
Petra adalah kota bersejarah dan arkeologi di Yordania yang memiliki arsitektur potong batu. Didirikan sekitar abad ke-6 SM sebagai ibu kota Nabataeans. Ini adalah simbol Yordania serta daya tarik wisata yang paling banyak dikunjungi, yang dipilih oleh BBC sebagai salah satu dari "40 tempat yang harus dilihat sebelum anda mati". Situs ini pernah ditampilkan dalam film seperti Indiana Jones dan Transformers.

7. Leshan Giant Buddha
http://hermawayne.blogspot.com
Leshan Giant Buddha adalah patung Maitreya yang sedang dalam posisi duduk. Pada bulan Desember 1996, lokasi Sang Buddha dimasukkan oleh UNESCO dalam daftar situs Warisan Dunia. Dimulai pada tahun 713 di Dinasti Tang, dan selesai pada tahun 803, pengerjaan patung ini membutuhkan lebih dari 90 tahun untuk diselesaikan. Pada waktu awal dibangun, ini adalah patung tertinggi di dunia. Selama tahun ini, ribuan pekerja telah mengeluarkan kemampuan dan harapannya pada proyek ini. Sebagai ukiran batu Buddha terbesar, Leshan Giant Buddha adalah fitur dalam puisi, lagu dan cerita.

8. Crazy Horse Memorial
http://hermawayne.blogspot.com
Terletak di Selatan Dakota, ukiran besar dari prajurit Lakota Oglala, dengan kudanya ini dimulai oleh Korczak Ziolkowski pada tahun 1948 di Black Hills. Masih dalam pembuatan, sosok ini akan menjadi ukiran terbesar di dunia dengan lebar 641 kaki dan 563 kaki tingginya. Kru gunung The Crazy Horse Memorial menggunakan teknik presisi peledakan untuk secara hati-hati dan aman membuang dan membentuk batu dari gunung.

9. Bamiyan Buddha
http://hermawayne.blogspot.com
Patung Buddha Bamiyan yang diukir ke tebing sekitar 500 AD, pada ketinggian 2.500 meter (8.202 kaki). Mereka sengaja menghancurkan dengan dynamite dan dihancurkan pada tahun 2001 oleh Taliban atas perintah dari pemimpin Mullah Mohammed Omar, setelah pemerintah Taliban menyatakan bahwa patung itu adalah "berhala", yang dilarang di bawah hukum Syariah.

10. Church of St George
http://hermawayne.blogspot.com
Gereja St George yang diukir sepenuhnya keluar dari satu blok granit dengan atap yang di atas permukaan tanah di kota kecil Lalibela di Ethiopia dan merupakan salah satu dari 11 gereja yang terbuat dari batu yang dipahat. Gereja-gereja Lalibela tidak dibangun, mereka digali. Setiap gereja diciptakan dengan terlebih dahulu mengukir sebuah parit lebar di keempat sisi batu, kemudian dengan susah payah memahat keluar interior. Gereja terbesar adalah 40 meter, dan tenaga kerja yang terlibat untuk menyelesaikan tugas seperti itu hanyalah dengan menggunakan palu dan pahat.

sumber

Viking Bernavigasi Menggunakan Kristal

Friday, February 11, 2011

Tak hanya peramal yang memanfaatkan bola kristal untuk mengetahui masa depan. Para pelaut Viking juga menggunakan material itu untuk membantu mereka mengarungi laut berkabut.

Sebuah riset menemukan bahwa Viking memakai kristal untuk menganalisis cahaya dari langit, mirip trik lebah madu ketika terbang mencari makan di hari berawan.

Para ilmuwan kini berencana mengadakan eksperimen untuk melihat apakah mereka dapat mereplikasi praktek tersebut. Orang Viking mendominasi Atlantik Utara dari 900 hingga 1.200 didukung keahliannya bernavigasi melintasi laut terbuka.

Ketika matahari bersinar, orang Viking dapat bernavigasi dengan bantuan sundial, melacak lintasan matahari di langit dari timur ke barat, sehingga mereka dapat mengetahui arah utara.

Tapi bagaimana cara Viking melakukan navigasi ketika matahari tertutup kabut atau awan selama berhari-hari di sepanjang rute pelayaran mereka?

Pada 1967, Thorkild Ramskou, ahli arkeologi Denmark, menyatakan bahwa jawabannya adalah penggunaan kristal misterius, sunstone, dalam hikayat Viking.

http://i.livescience.com/images/070302_viking_nav_02.jpg
Untuk mengetahui cara kerja sunstone, para ilmuwan mengasumsikan bahwa sunstone adalah kristal yang digunakan sebagai filter polarisasi, menghalangi semua cahaya, kecuali yang dipolarisasi dalam arah tertentu.

Meski belum jelas sunstone itu tersusun dari material apa, para ilmuwan menduga batu itu ada kemungkinan tersusun dari cordierite, tourmaline atau kalsit, yang umum ditemukan di Skandinavia.

Para pelaut Viking cukup melihat menembus batu itu ketika langit mendung. Cahaya yang menembus langit berawan kerap terpolarisasi.

Jika sudut kristal pas dengan polarisasi cahaya itu, langit akan tampak lebih terang, tapi akan lebih gelap jika tidak sesuai dengan sudutnya.

https://spiritoftherock.sslpowered.com/ArtClayCanada.com/prodimages/Gems/Ebay%20gems/Sunstone_7x5_4.00_1.05c.jpg
Ahli biofisika Gabor Horvath dari Eotvos University di Hungaria dan timnya mengukur pola polarisasi cahaya pada langit cerah, setengah berawan, mendung, dan berkabut di Tunisia, Finlandia, Hungaria, dan Arktik untuk menguji dugaan itu.

Terbukti bahwa polarisasi cahaya dapat dideteksi pada langit mendung dan berkabut. "Lebih dari 5 hingga 10 persen cahaya yang datang dekat horizon dipolarisasi," kata Susanne Åkesson, ahli navigasi binatang di Lund University di Swedia, yang terlibat dalam riset itu.

"Kami dapat menunjukkan bahwa Viking bisa saja menggunakan sunstone untuk mengetahui posisi matahari."

Sumber :
tempointeraktif.com

Meteorit Hoba, Meteorit Terbesar yang Pernah Ditemukan Di Bumi Saat Ini

Wednesday, February 2, 2011

Meteorit Hoba terletak di peternakan "Hoba West", tidak jauh dari Grootfontein, di Wilayah Otjozondjupa Namibia. Meteorit ini ditemukan oleh petani Jacobus Hermanus Brits saat mengolah salah satu bidang pertaniannya, tahun 1920 ketika ia membajak dengan lembu tanpa sengaja bajaknya tersangkut.

Meteorit segera digali, namun karena bentuknya begitu besar (sekitar 60 ton), jadi tidak pernah dipindahkan. Meteorit Hoba adalah meteorit terbesar yang pernah diketemukan di bumi, sebagian besar mengandung besi alami.


Meteorit Hoba diperkirakan telah mendarat kurang dari 80.000 tahun yang lalu. Anehnya, meteorit ini tidak meninggalkan kawah.

Hal ini dispekulasikan bahwa meteorit itu memasuki atmosfer bumi pada sudut yang sangat dangkal, diperlambat oleh kondisi atmosfir sekitar ke titik jatuh ke permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tersisa utuh dan menyebabkan sedikit bekas.

Meteorit ini berukuran 8 kaki 9 inchi. Pada tahun 1920, berat meteorit diperkirakan 66 ton. Erosi, sampling ilmiah dan vandalisme telah mengurangi berat meteorit selama bertahun-tahun menjadi 60 ton. Tanda gergaji besi dapat dikenali dengan mudah di banyak tempat di permukaan meteorit.

Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988.

Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.














Kondisi Hoba Sebelum Restorasi


Sekelompok ahli geologi Jerman di Hoba, kembali pada tahun 1929


Awal perjalanan mengunjungi Hoba terkena meteorit, sekitar 1955


1960 Meteorit Hoba: Foto sebelum pelestarian, 1960


Sumber :

Bola-Bola Aneh di Costa Rica

Friday, January 28, 2011

Di Kosta Rika, ditemukan banyak sekali bola-bola batu aneh dari bahan granit dalam berbagai ukuran. Dari yang sebesar buah jeruk hingga yang berukuran raksasa, berdiameter lebih dari 2,15 meter. Benda-benda ini hingga kini belum banyak diketahui asal-usulnya, kecuali bahwa keberadaannya sudah ada sejak pendaratan pertama kali Christopher Columbus (1502) di Kosta Rika.
Setiap benda dibuat dengan sangat halus membentuk bola sempurna dan terdapat guratan-guratan yang membentuk suatu pola (petroglyph) aneh pada lapisan luarnya. Petroglyph itu ternyata ada yang mirip dengan rangkaian gugusan bintang, sehingga diduga ada kaitannya dengan keperluan astronomi pada masanya. Bola-bola misterius ini kini sebagian besar disimpan di Costa Rican National Museum, San José.
Di Wonderstone Silver Mine, yang terletak di dekat kota Ottosdal, Afrika Selatan, juga telah ditemukan ratusan benda aneh berbentuk bola metalik (campuran besi dan nikel), masing-masing berdiameter 1 - 4 inci. Keseluruhannya terdapat dua tipe, yaitu tipe bulat padat kebiruan dan lainnya adalah tipe yang memiliki lubang berisi sejenis spons berwarna putih. Usia lapisan batuan pertambangan dimana ditemukan benda-benda ini adalah sekitar 3.000.000.000 tahun. Pada 1881, seorang ahli geologi bernama H. Stopes menemukan sebuah benda aneh berbentuk bola yang pada salah satu sisinya terukir gambar seperti wajah manusia. Benda ini terpendam dalam lapisan tanah dari era Pliocene (1.600.000 s.d 5.300.000 tahun yang lalu) di Inggris.
Sumber:
1. Jimison, S. “Scientists Baffled by Space Spheres”. Weekly World News. July 27, 1982.
2. Quesada, Edwin. “A Costa Rica’s Stone Balls”. The California Native International Adventures. 2001.

sumber: 

15 Bukit Batu Yang Luar Biasa

Saturday, January 15, 2011

1. Nameless Tower


2. Cerro Torre, Patagonia, Argentina


3. Saint Matterhorn, Zermatt, Switzerland


4. Las Torres, Torres del Paine National Park, Patagonia


5. Bugaboo Spire, Columbia-Kootenay, Canada


6. Mount Roraima


7. Mount Thor, Baffin Island, Nunavut, Canada


8. Mount Thor, Baffin Island


9. Prekestolen, Kjerag plateau, Forsand, Norway




10. Las Torres de Vajolet, Italian Alps



11. Agulha do Diabo



12. Shiprock, New Mexico



13. Spider Rock



14. Dead Horse Point



15. Meteora, Greece


sumber : http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=123045

Batu Raksasa Yang Keluar Dari Kawah Gunung Eyjafjalla

Monday, November 29, 2010

Batu raksasa berukuran tinggi 50 meter seberat 1.000 ton turut keluar dari kawah gunung berapi di Islandia beberapa waktu lalu. Saking besarnya, batu itu membuat heboh dunia setelah fotografer Ragnar Sigurdsson (52) mengabadikan dan mempublikasikannya dalam bentuk buku berisi kumpulan foto-foto erupsi.

Batu itu merupakan bagian dari hasil letusan gunung Eyjafjallajokull yang meletus Maret silam hingga mengganggu penerbangan negara negara Eropa. Letusan itu telah memuntahkan abu setinggi 55.000 kaki dengan suhu 1.000 derajat celcius, Maret tahun ini.
Batu Gunung
Batu raksasa itu menggelinding dari puncak gunung yang terbawa oleh aliran gletser mencair dari puncak ke lereng gunung berapi di Islandia hingga ke lembah.

Ragnar Sigurdsson membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengabadikan kejadian yang dramatis itu. Bahkan ia sempat terbang ke atas kawah yang sedang menggelegak kala itu.

Saat berhasil mendekati kawah, Sigurdsson juga mengabadikan betapa dahsyat gambaran letusan gunung itu, tampak ada badai petir dan kilat menyambar-nyambar di atas gunung. Ia gambarkan sebagai Alam yang tak bisa Dijinakkan.

Ia bersama geolog co-writer Ari Trausti Gudmundsson telah mengumpulkan 10.000 foto foto hasil jepretannya dan menurutnya, dua gambar yang dipublikasikan di dailymail (26/11) sebagai gambar spektakuler terindah.

"Anda bisa bayangkan betapa puasnya ketika mendapatkan jepretan terbaik, saat kawah sedang menggelegak, berada pada ketinggian, kecepatan angin berhembus kencang saat pintu pesawat dibuka. Dan saya tidak perlu memotret dari balik kaca. Saya bisa merasakan betapa panasnya suhu itu walau berada di pesawat saat itu," ujarnya.

Dia mengakui bahaya besar mengancam saat naik pesawat berada di atas kawah itu dan banyak para fotografer dunia mengalami kecelakaan saat ingin mengabadikan letusan gunung berapi.

Seperti pernah terjadi tahun 1980 ada fotografer Reid Blackburn tewas saat mengabadikan gunung Gunung St Helens meletus. Tahun 2008 juga ada fotografer Jerman bernama Thomas Reichart saat memotret Gunung Etna. (*)
Petir Gunung
Petir Gunung
sumber: http://www.dakdem.com/berita/2-internasional/762-batu-raksasa-yang-keluar-dari-kawah-gunung-eyjafjallajokull

Inilah Jawaban Sementara Misteri Batu Berjalan

Tuesday, November 23, 2010

Batu-batu di permukaan danau kering ini bisa berpindah tempat yang disertai jejaknya.
Minggu, 21 November 2010, 14:28 WIB

Muhammad Chandrataruna

Batu berjalan di Racetrack Playa (geology.com)

VIVAnews - Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa, California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya.

Bagaimana mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat ratusan kilogram yang juga turut "jalan-jalan".

Pertanyaan besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang pernah melihat ia berjalan.


Sampai hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut nalar. Menarik untuk disimak.

Batu berjalan di Racetrack Playa 
Tapi, sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa. Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS, permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan tanah liat.

Iklim di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun. Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi lumpur yang lembut dan licin.

Ada beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah.

Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan?
Jejak yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan.

Apakah mereka digerakkan oleh angin?
Ini penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah timur laut.

Hembusan angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur.

Batu berjalan di Racetrack Playa 
Apakah mereka digerakkan oleh es?
Beberapa orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di permukaan es.




Beberapa penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu. Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa dibuktikan.

Mungkin Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda. Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak pernah diketahui dan menjadi misteri.



sumber :http://teknologi.vivanews.com/news/read/189794-batu-batu-berjalan-di-racetrack-flaya 

Batu Satam, Batu Berumur Jutaan Tahun yang Hanya Ada di Indonesia

Saturday, November 20, 2010

Ada oleh-oleh khas berupa bebatuan yang dapat diboyong jika bertandang ke Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Batu Satam namanya. Batu unik berwarna hitam dengan urat-uratnya yang khas itu konon adalah hasil proses alam atas reaksi tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi jutaan tahun silam.

NAH PROSES TERJADINYA KAYA GINI :

1) Sekitar 780.000 tahun yang lalu sebuah asteroid yang besar menabrak bumi di Laut Cina Selatan (kemungkinan di Teluk Tonkin). Asteroid ini bergerak dari barat laut ke tenggara dan menabrak bumi dengan sudut tabrakan yang kecil.

2) Pada tahap awal dari tabrakan, energi kinetis dari asteroid yang menabrak bumi ini melelehkan dan menghantarkan momentum kepada lapisan atas dari batuan di permukaan bumi (seperti pasir dan lumpur) di daerah tabrakan.

3) Lapisan yang meleleh, terdiri dari batuan yang mencair, meninggalkan atmosfer bumi dan pecah menjadi batu semi cair berbentuk bulatan-bulatan kecil (globules) yang bernama “tektite”. Globules ini membentuk bola, dumbbells atau air mata, tergantung pada kecepatan rotasi yang terjadi saat pembentukan batu tektites atau batu satam itu.

4) Batu Satam yang berbentuk bola, dumbbells dan air mata mendingin dengan cepat, begitu cepat sehingga mereka membentuk kaca (sama dengan kaca, tetapi tidak murni, seperti di botol anggur atau bir modern).

5) Sekitar lima hingga enam menit setelah tabrakan dengan asteroid terjadi, bola yang sekarang telah membeku dan menjadi solid mulai masuk kembali ke atmosfer bumi dan jatuh di Belitung.

6) Karena Batu Satam itu memasuki kembali atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi, gaya gesekan yang dialaminya memanaskan bagian depan dari batu ini.

7) Bila kaca dipanaskan dengan tidak merata (perbedaan temperatur yang besar antara bagian depan dan belakangnya), ia akan pecah. Seperti menuangkan air mendidih kedalam gelas minum.

8) Bagian depan dari Batu Satam ini akan membentuk pecahan-pecahan kecil. Pecahan ini ditingkatkan juga oleh tekanan yang intens karena perlambatan kecepatan.

9) Kecepatan kosmik yang dibawa oleh momentum Batu Satam ini pada akhirnya akan berkurang dan pecahnya batuan juga akan berkurang.

10) Karena ini Batu Satam akan jatuh ke bumi dengan gravitasi dengan gerakan yang lebih vertikal.

11) Di bumi Batu Satam dibawa oleh air sungai dan mungkin tererosi.

12) Pada akhirnya Batu Satam akan tergabung dengan endapan sediment yang biasanya juga mengandung timah (tererosi dari deposit panas bumi yang terkait dengan intrusi batu granit).

13) Di dalam tumpukan pasir yang berporositas tinggi, air tawar akan dengan sangat perlahan mengukir Batu Satam tersebut. Retakan setipis kertas (terbentuk karena gelas itu dipanaskan saat memasuki kembali atmosfer bumi) akan diperbesar dan membentuk parit kecil berbentuk U. Perhatikan bahwa parit berbentuk U ini hanya terbentuk di bagian yang terpanaskan, bagian depan dari Batu Satam (Tektite). Bagian belakang dari Batu Satam ini tetap seperti aslinya, berbentuk bola.




Sumber : http://pashaaldo.blogspot.com/2010/11/batu-satam-batu-berumur-jutaan-tahun.html