SAHABAT NABI TIDAK MELAKUKAN PERINGATAN MAULID NABI!!, KENAPA KITA SAAT INI JUSTRU MELAKUKANNYA???
Semua Ummat Islam yakin seyakin-yakinnya, Bahwa Para Sahabat adalah sekelompok manusia2 mulya yg tak diragukan CINTA mereka kepada Nabi Muhammad SAW!
Lalu knapa kita saat ini justru melakukan MAULID NABI, padahal Sahabat tidak melakukannya.
(koreksi ana, kalau memang ada riwayat bahwa Sahabat Nabi ada yg melakukannya)
Apakah karena Peringatan Maulid yg dilakukan Ummat saat ini kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai tolak ukur Cintanya kepada Nabi Muhammad??
Showing posts with label Nabi. Show all posts
Showing posts with label Nabi. Show all posts
Sahabat Nabi Tidak Melakukan Peringatan Maulid Nabi!!. Kenapa Kita Melakukannya?
Thursday, December 10, 2015
Perbandingan Tinggi Nabi Adam Dengan Manusia Sekarang
Monday, March 21, 2011
Nabi Adam tubuhnya sangat kekar dengan tinggi 60 hasta seperti di jelaskan oleh Rasullulah.
kata rassullulah “Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian setelah Adam, makhluk itu semakin berkurang tingginya seperti sekarang ini“ (HR.Bukhari), hadis ini juga ditemukan dalam riwayat imam Muslim dan imam Ahmad, namun dalam sanad yg berbeda. 1 hasta = 45,72 cm. maka dengan begitu tinggi nabi adam adalah 27,432 meter.
Hasil survey para ahli di Amerika, orang2 Amerika yg mengklaim bangsa yg mempunyai postur paling tinggi di dunia, tingginya semakin berkurang akibat banyak mengkonsumsi makanan yang sudah diawetkan.
Apalagi orang Indonesia, saya lihat sewaktu orde lama postur tubuh orang Indonesia cukup tinggi2
Labels:
Nabi,
tahukah kamu
Kisah 'perahu Nabi Nuh' dari Aceh
Wednesday, February 16, 2011

Banda Aceh: Pagi itu, becak motor yang membawa dua penumpang melaju santai di ruas jalan menuju tempat pendaratan ikan Lampulo, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aveh Darussalam. Di sisi kiri jalan, puluhan unit kapal ikan bersandar di dermaga kayu pinggir Sungai (Krueng) Aceh yang airnya bewarna kecoklat-coklatan.
Beberapa nelayan yang bertelanjang dada asyik merajut jaring di atas kapal. Tidak ada aktivitas kapal berlayar di Krueng Aceh pada Ahad, 26 Desember 2010.
'Pak, kenapa tidak ada boat berlayar pagi ini, lazimnya aktivitas nelayan yang pulang atau pergi melaut untuk menangkap ikan pada pagi hari seperti di daerah lain,' tanya penumpang becak motor yang mengaku dari Jakarta dan tengah mengisi liburan akhir tahun di Banda Aceh.
'Hari ini, para nelayan seluruh Aceh tidak melaut untuk mengenang kembali peristiwa tsunami enam tahun silam,' kata Usman, pengemudi becak motor itu.
Mata wisatawan itu tertuju pada sebuah rumah yang di atasnya terdapat seunit perahu tidak beda dengan boat-boat yang bersandar di TPI Lampulo tersebut. 'Kapal nelayan yang ada di atas rumah warga itu merupakan salah satu bukti tsunami dan orang-orang menyebutnya sebagai `perahu Nabi Nuh` yang terhempas gelombang laut enam tahun silam,' kata Usman.
Saksi enam tahun lalu menyebutkan, 59 warga di atas kapal ikan nelayan yang terhempas ke daratan terselamatkan saat tsunami, 26 Desember 2004. Dan kisah para korban tsunami itu tertuang dalam sebuah buku saku yang ditulis oleh 10 dari 59 orang yang menjadi penumpang perahu nelayan tersebut, enam tahun silam. Buku saku itu berjudul Mereka Bersaksi.
Abasiah, salah seorang korban selamat, mengisahkan, saat tsunami menjangkau permukimannya di Lampulo dengan ketinggian lebih dari satu meter, tiba-tiba perahu nelayan itu muncul di hadapannya. 'Waktu itu, kami sekeluarga yang masih berada di dalam rumah langsung ke luar, dan tanpa pikir panjang memanjat kapal yang sudah berada di hadapan kami,' katanya.
Karena air laut yang mencapai daratan terus meninggi, sebagian warga keluar melalui atas rumah untuk mencapai kapal nelayan itu. 'Itu kapal bersejarah dan telah banyak warga terselamatkan dari tsunami,' kata Abasiah.
Abasiah, warga Lampulo yang rumahnya berdekatan dengan TPI itu menceritakan awal 'perahu Nabi Nuh' tersebut bertengger di atas atap rumah permanen miliknya. 'Awalnya, saya mengira perahu itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan orang-orang dari amukan air laut menerjang permukiman penduduk,' katanya.
Di dalam rumah permanen yang kini masih bersemayam 'perahu Nabi Nuh' itu, Abasiah tidak sendiri ketika tsunami sebab ada anak-anaknya yaitu Agin, Ghazi, Thoriq, Zalfa, dan seorang putri angkatnya, Yanti.
'Dari jendela lantai atas, saya melihat banyak boat ikan yang hanyut di depan rumah dengan kecepatan tinggi, seperti mobil-mobilan yang ditarik mundur lalu dilepaskan,' ujar Abasiah.
Abasiah mengisahkan, saat itu mereka yang berada di lantai dua bangunan rumahnya, terus berdoa dan berzikir seraya saling meminta maaf karena 'akan berakhirnya sebuah kehidupan'. 'Waktu itu tidak ada tangis, tapi wajah-wajah ketakutan sambil terus berdoa dan berzikir berharap hanya ada pertolongan dari Allah, jika memang kami masih diberi kesempatan untuk hidup,' katanya.
Setelah semuanya berada di atas 'perahu Nabi Nuh' itu, Abasiah dan orang-orang lainnya terus mengaji, berdoa, berzikir kepada Allah, selain menyaksikan kehancuran akibat diamuk tsunami, 26 Desember 2004. 'Kami melihat kapal cepat yang membawa penumpang Pulau Sabang-Banda Aceh tidak bisa berlabuh dan helikopter terbang di atas,' katanya.
Saksi peristiwa tsunami lain, Samsuddin Mahmud, mengaku bahwa ia dan beberapa orang tetangga merupakan rombongan pertama yang naik ke atas 'perahu Nabi Nuh' itu. 'Awalnya kami mengira bahwa perahu ini sengaja didatangkan oleh `malaikat` untuk menyelamatkan orang-orang,' kisahnya.
Sebelum menaiki perahu itu, Samsuddin yang sudah berada di lantai dua rumah tetangganya mengaku ketinggian di lantai tersebut lebih satu meter dan bewarna hitam pekat. 'Ketika saya sudah berada di lantai dua rumah milik tetangga, air sudah sebahu. Kemudian, tiba-tiba terlihat perahu itu dan kami langsung berebut menaikinya,' katanya.
Kisah korban selamat lainnya, Erlina Mariana Rosada Sari, mengisahkan bahwa sewaktu dalam boat tersebut, sempat gelombang laut silih berganti menerjang daratan dan dalam waktu bersamaan guncangan gempa masih terasa. 'Orang-orang di dalam perahu ini terus mengumandangkan azan dan berdoa. Hanya doa dan zikir yang bisa kami lakukan saat tsunami itu,' katanya.
Erlina menyatakan, dari atas perahu itu menyaksikan rumahnya luluh-lantak dan daratan tanpa bekas karena sudah dipenuhi air keruh. Ibarat hamparan lautan yang luas.
'Perahu Nabi Nuh' yang tidak lagi berlayar dan tetap tegak bersandar di atas atap rumah Abasiah di gampong Lampulo. Bahkan, tidak bertuan. Kini, tempat itu dijadikan sebagai salah satu aset wisata peninggalan tsunami.
'Perahu itu menjadi salah satu objek wisata yang memiliki makna sebagai peringatan Allah, karena dengan melihat ini orang bisa berpikir tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta yang tiada tara,' kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal.
'Rumah boat' atau 'Perahu Nabi Nuh' yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Banda Aceh itu saat ini menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Tidak hanya warga nusantara, tapi juga turis asing. Selain menyaksikan bukti fisik, para wisatawan juga bisa mendengarkan kisah-kisah unik dan ajaib dari peristiwa tsunami enam tahun silam dari korban selamat di 'Rumoh Boat' atau 'Perahu Nabi Nuh' itu.
Keusyik (Kades) Gampong Lampulo Alta Zaini mengatakan, warganya sudah siap menerima wisatawan yang akan berkunjung ke situs tsunami tersebut. 'Perahu Nabi Nuh' yang kini bersemayam di lantai dua rumah Abasiah itu memiliki sekitar 18 meter, berkonstruksi kayu, dan kini telah dibangun tangga untuk mencapai bagian dalam boat tersebut.
Foto Barang-Barang yang Diduga Milik Nabi Muhammad SAW
Saturday, October 23, 2010
Zaman kita telah bejarak lebih kurang 1400 tahun dari zaman Rasulullah Muhammad Shalallohu alaihi wa Sallam. Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan sekaligus panutan yang dijadikan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebagai pembawa dan penyampai agama Islam ini kesuluruh penjuru alam.
Manusia termulia sepanjang zaman, disayangi oleh teman dan disegani lawan, itulah beliau. Pribadinya yang santun dan lemah lembut, menjadikan setap orang yang bertemu dengannya menjadi senang dan gembira. Semua orang merindukan untuk bertemu dengannya.
Namanya selalu disebut oleh seluruh umat Muslim di dunia dari dulu hingga sekarang. Syafaatnya selalu kita harapkan di hari kiamat kelak. Sholawat dan sallam diberikan untuknya, sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Artinya:
“Ya Allah! Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”(HR. Bukhori, Muslim)
Manusia termulia sepanjang zaman, disayangi oleh teman dan disegani lawan, itulah beliau. Pribadinya yang santun dan lemah lembut, menjadikan setap orang yang bertemu dengannya menjadi senang dan gembira. Semua orang merindukan untuk bertemu dengannya.
Namanya selalu disebut oleh seluruh umat Muslim di dunia dari dulu hingga sekarang. Syafaatnya selalu kita harapkan di hari kiamat kelak. Sholawat dan sallam diberikan untuknya, sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala:
إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Artinya:
“Ya Allah! Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”(HR. Bukhori, Muslim)
Berikut ini adalah beberapa foto barang2 yang diduga milik Rasulullah Shalallohu Alaihi wa Sallam :
The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW) :

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW) :

Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW :

The Blessed Seal of Rasulullah SAW :

Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW :

Kunci Ka'bah zaman Nabi Muhammad SAW :

Jejak kaki Nabi Muhammad SAW :

Rambut Nabi Muhammad SAW :

Gigi dan rambut nabi Muhammad SAW:

Wadah tempat gigi nabi Muhammad SAW :

Koleksi pedang Nabi Muhammad SAW :



Surban Nabi Muhammad SAW :

Topi besi Nabi Muhammad SAW :

Sandal Nabi Muhammad SAW :


Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah :

Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan :

Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke 7 :

Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius :

Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir :

Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW :

Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A. :

Pintu makam Nabi Muhammad SAW :

Makam Nabi Muhammad SAW :
The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW) :
The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW) :
Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW :
The Blessed Seal of Rasulullah SAW :
Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW :
Kunci Ka'bah zaman Nabi Muhammad SAW :
Jejak kaki Nabi Muhammad SAW :
Rambut Nabi Muhammad SAW :
Gigi dan rambut nabi Muhammad SAW:
Wadah tempat gigi nabi Muhammad SAW :
Koleksi pedang Nabi Muhammad SAW :
Surban Nabi Muhammad SAW :
Topi besi Nabi Muhammad SAW :
Sandal Nabi Muhammad SAW :
Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah :
Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan :
Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke 7 :
Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius :
Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir :
Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW :
Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A. :
Pintu makam Nabi Muhammad SAW :
Makam Nabi Muhammad SAW :
Saya tidak mengetahui apakah foto2 di atas asli atau tidak, foto2 tersebut diambil dari berbagai negara seperti Turki, Iraq, Yordania dan negara2 timur tengah lainnya.
Peninggalan Nabi Muhammad SAW yang benar2 asli adalah Al-Qur’anul Karim, sebuah petunjuk dan pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan ini agar selamat di dunia dan akhirat.
Semoga dengan ini dapat menambah keimanan kita sebagai kaum muslim, dan tak lupa juga kita bershawalat kepada nabi kita Muhammad SAW
Peninggalan Nabi Muhammad SAW yang benar2 asli adalah Al-Qur’anul Karim, sebuah petunjuk dan pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan ini agar selamat di dunia dan akhirat.
Semoga dengan ini dapat menambah keimanan kita sebagai kaum muslim, dan tak lupa juga kita bershawalat kepada nabi kita Muhammad SAW
sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5676612
Subscribe to:
Posts (Atom)