Powered by Blogger.
Showing posts with label Kata bijak. Show all posts
Showing posts with label Kata bijak. Show all posts

Sahabat Nabi Tidak Melakukan Peringatan Maulid Nabi!!. Kenapa Kita Melakukannya?

Thursday, December 10, 2015

SAHABAT NABI TIDAK MELAKUKAN PERINGATAN MAULID NABI!!, KENAPA KITA SAAT INI JUSTRU MELAKUKANNYA???
Semua Ummat Islam yakin seyakin-yakinnya, Bahwa Para Sahabat adalah sekelompok manusia2 mulya yg tak diragukan CINTA mereka kepada Nabi Muhammad SAW!
Lalu knapa kita saat ini justru melakukan MAULID NABI, padahal Sahabat tidak melakukannya.
(koreksi ana, kalau memang ada riwayat bahwa Sahabat Nabi ada yg melakukannya)
Apakah karena Peringatan Maulid yg dilakukan Ummat saat ini kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai tolak ukur Cintanya kepada Nabi Muhammad??

Sikap Presiden Jokowi Terhadap Masalah Di Papua

Thursday, December 3, 2015

Presiden Jokowi memeluk Lukas Enembe, Gubernur Papua. Lukas membalas pelukan Jokowi. Mata keduanya terlihat basah.
Sesaat, suasana acara Mata Najwa jadi hening. Najwa Shihab berkali-kali mengusap matanya. Dia juga terisak. Penonton di studio Metro TV sesenggukan. Mereka terharu.
Setelah keheningan di studio mulai cair, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang duduk di barisan depan segera berdiri menyalami Jokowi dan Lukas. Disusul di belakangnya Luhut Panjaitan, Sudirman Said, Rini Soemarno, Surya Paloh, dan Setya Novanto. Suasana lalu berubah menjadi kegembiraan. Semua orang di studio tersenyum.
Selasa malam kemarin, produser Mata Najwa mengundang Jokowi dan Lukas tampil di Mata Najwa. Isu yang dibahas adalah isu sensitif dan sedang panas: keberadaan Freeport di Papua. Mulanya Lukas yang tampil pertama, sembari menunggu Jokowi datang. Di pengantar komentarnya, Lukas meminta pemerintah pusat tegas kepada Freeport termasuk (kalau perlu) untuk tidak memperpanjang kontrak karya.
Sembari tersenyum, Najwa kemudian memancing Lukas: apa yang akan dilakukan gubernur Papua seandainya Freeport benar-benar hengkang dari tanah Papua. “Saya tak mau berandai-andai. Kami orang Papua, butuh yang konkret. Bukan janji dan seandainya.”
Penonton bertepuk tangan setelah seorang produser yang tidak disorot kamera memberikan aba-aba untuk bertepuk tangan. Jusuf Kalla manggut-manggut. Luhut menatap serius. Sudirman cemberut. Rini tanpa ekspresi. Setya memejamkan mata. Surya mengelus-elus dagunya yang penuh bulu.
Tepuk tangan penonton semakin keras saat Jokowi masuk ke studio bersamaan dengan berakhirnya pengambilan gambar untuk Lukas. Semua pejabat segera berdiri, memberi hormat dan menyalami Jokowi. Sebelum duduk, Jokowi melambaikan tangan ke arah penonton dan mesam-mesem. Najwa berjalan mendatangi Jokowi dan menyalami. Keduanya saling sapa dan tertawa.
Beberapa menit kemudian, prosedur memberi isyarat pengambilan gambar kedua akan segera dimulai. Jokowi dan Najwa diminta tampil ke panggung, duduk di kursi berhadapan dengan Najwa.
Roll… action…
Kamera menyorot Najwa, dan dia segera memberi pengantar dengan narasi penuh rima mirip narasi acara Silet. “Freeport adalah isu besar. Kehadirannya menyangkut nasib bangsa yang besar. Tapi akankah pemerintah mengambil keputusan yang besar? Sejauh apa keputusan besar itu akan berdampak seandainya tambang Freeport, kelak diambil oleh putra-putri dari bangsa yang besar? Permisa, di tengah-tengah kita telah hadir Presiden Jokowi yang akan menjelaskan soal isu besar itu…”
“Selamat malam, Pak Presiden, selamat datang di Mata Najwa…”
“Selamat malam, Mbak Najwa. Anda ini hebat. Semua pejabat bisa dikumpulkan di studio. Pak Surya pintar memilih Mbak Najwa…”
Bersamaan dengan itu, produser memberi aba-aba agar penonton di studio bertepuk tangan, dan seluruh penonton segera bertepuk tangan. Najwa membuka pertanyaan dengan meminta penjelasan Jokowi soal kemungkinan tidak memperpanjang kontrak karya Freeport. Jokowi mesam-mesem menyimak pertanyaan Najwa tapi sejurus kemudian wajahnya berubah serius.
“Begini, Mbak Najwa. Hari ini, saya mendapat laporan ada 41 anak-anak di Mbuwa, Nduga, Papua meninggal dunia. Mereka sakit oleh penyakit yang belum diketahui. Para dokter di Wamena dan Jayawijaya angkat tangan, dan tentu saja saya sebagai presiden merasa terpukul…”
Suasana di studio menjadi hening. Najwa yang biasa menyela terlihat menahan diri. Jokowi segera melanjutkan penjelasannya.
“Papua itu kaya, Mbak Najwa, dan tambang Freeport hanya salah satu kekayaan tanah Papua. Saya sungguh bersedih, karena anak-anak itu seharusnya tidak mati di tanah yang kaya…”
“Kami mendengar, mereka terserang malaria, Pak Presiden?”
“Laporan awal yang masuk pada saya juga mengatakan begitu tapi para dokter sudah memastikan, mereka bukan mati karena malaria.”
“Sakit apa mereka…?”
“Ya itu yang belum diketahui.”
“Sudah ada tim yang akan dikirim ke Papua, Pak Presiden?”
“Betul. Saya sudah membentuk tim. Tim ini sudah saya buat sejak seminggu sebelumnya, tapi bukan tim untuk menyelidiki kasus kematian 41 anak-anak Papua itu.”
“Lalu tim apa, Pak Jokowi?”
“Saya membentuk tim pemutusan kontrak karya untuk Freeport Indonesia. Saya Presiden Republik Indonesia, Mbak Najwa. Dan saya akan sampaikan lewat Metro TV… Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak karya Freeport Indonesia. Dan mulai akhir tahun depan, semua pengelolaan Freeport harus diserahkan kepada pemerintah Indonesia…”
Suasana seketika menjadi hening. Mata para pejabat yang duduk di bangku barisan depan, membelalak semuanya seolah tak percaya dengan penjelasan Jokowi. Prosedur acara juga sampai lupa untuk memberi aba-aba agar penonton bertepuk tangan.
“Terus bagaimana kelanjutan penambangan Freeport, Pak Jokowi?”
“Soal sisa kontrak Freeport yang berakhir pada tahun 2019, akan kami selesaikan dengan cara bermartabat dan terhormat. Pengelolaan bekas tambang Freeport, setelah itu akan diserahkan kepada Papua untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat di sana. Semuanya. Sebagian besar, pemerintah pusat hanya akan mengawasi dan mengambil sedikit bagian yang akan disalurkan lewat APBN untuk digunakan oleh daearah-daerah lain terutama daerah yang miskin…”
Belum selesai Jokowi menjelaskan, Lukas segera berdiri dan berjalan ke arah Jokowi. Dia menyalami Jokowi. Jokowi menyalami dan memeluk Lukas. Produser telat memberi aba-aba karena semua penonton sudah telanjur bertepuk tangan. Adegan itu sebetulnya tak masuk dalam run down acara Mata Najwa tapi empat kamera besar di studio terus merekamnya.
“Terima kasih, Pak Presiden. Terima kasih. Kami tidak salah pilih, Pak Presiden adalah Presiden rakyat…”
Lukas membalas pelukan Jokowi. Jokowi semakin mendekap Lukas. Mata keduanya lalu berkaca-kaca.
Setelah menyalami Jokowi dan Lukas, terlihat Luhut, Rini, dan Sudirman seperti sibuk menelepon dengan ponsel mereka. Penonton meriung, bergantian menyalami Jokowi dan Lukas. Paspampres kewalahan tapi Jokowi melarang mereka mengusir penonton yang mendekat.
Di pojok panggung, Jusuf Kalla dan Surya tampak berbicara pelan dan serius. Surya kemudian memanggil Najwa dan berbicara tak kalah serius sambil menuding-nuding. Najwa manggut-manggut.
Malam itu Jokowi membuat lembaran sejarah baru bagi Indonesia, bagi Papua. Dia telah menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin berbakat, penuh wibawa dan penuh ketegasan. Bukan presiden yang kelasnya hanya disetir oleh kepentingan politik dan bisnis segelintir elite.
Najwa Shihab pun mendapat banyak ucapan selamat. Ponselnya berdering tanpa henti. Tapi Najwa bingung karena merasa Metro TV tidak pernah mengambil gambar untuk acara Mata Najwa yang menghadirkan Jokowi dan Lukas untuk membahas pencabutan kontrak karya Freeport. Tidak pernah ada.
Lewat Twitter, admin Mata Najwa mengabarkan, yang akan disiarkan Rabu malam nanti di Mata Najwa adalah pembacaan puisi oleh Jusuf Kalla, sejumlah menteri, gubernur, dan pejabat lainnya. Temanya “Berjabat Tangan dengan Rakyat.” Acara canda tawa, riang gembira. Dan tentu saja, acara itu sama sekali tidak akan membicarakan 41 anak Papua yang mati sebab tak terobati. Rusdi Mathari
[25/11 20:28]
Saksikan Mata Najwa
di Metro TV MALAM INI
Rabu, 25 November 2015 pukul 20:30 WIB
Berjabat dengan Rakyat
bersama
•Wapres Jusuf Kalla
•Gubernur Basuki Tjahaja Purnama
•Gubernur Rano Karno
•Walikota Ridwan Kamil
•Gubernur Gandjar Pranowo
•Menteri Susi Pudjiastuti

Sumber : https://facebook.com/photo.php?fbid=1666258746988355&id=100008127363573&set=a.1534354153512149.1073741828.100008127363573&refid=28&_ft_=qid.6224081111036588659%3Amf_story_key.-4055863003150969219&__tn__=%2As

28 Kalimat Bijak yang Wajib Sobat Simak

Thursday, February 17, 2011

28 Kalimat Bijak
http://www.drumah.com/wp-content/uploads/2009/07/bijak-melabur.jpg

1. Anger is a condition in which the tongue works faster than the mind.

- Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran.


2. You can’t change the past, but you can ruin the present by worrying over the future.

- Anda tidak dapat mengubah masa lampau, tapi anda dapat merusak masa kini dengan merisaukan masa depan.


3. God always gives His best to those who leave the choice with Him.

- Allah selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan itu kepadaNya.


4. All people smile in the same language.

- Semua orang tersenyum didalam bahasa yang sama.


5. A hug is a great gift.. One size fits all. It can be given for any occasion and it’s easy to exchange.

- Pelukan adalah suatu pemberian yang besar. Satu ukuran saja tapi cocok untuk semua . Hal itu dapat diberikan pada setiap masa dan mudah untuk dipertukarkan.


6. Everyone needs to be loved… especially when they do not deserve it.

- Setiap orang perlu untuk dicintai… teristimewa sekali apabila mereka tidak layak untuk menerimanya.


7. The real measure of a man’s wealth is what he has invested in eternity.

- Ukuran yang sesungguhnya dari kekayaan seseorang adalah jika dia sudah berinvestasi bagi masa kekekalan diakhirat.


8. Laughter is God’s sunshine.

- Tertawa adalah merupakan 'sinar surya' Tuhan.


9. Everyone has beauty but not everyone sees it.

- Setiap orang mempunyai keindahan, tapi tidak setiap orang melihatnya.


10. It’s important for parents to live the same things they teach.

- Adalah penting bagi orang tua untuk menghidupkan hal-hal yang sama dengan apa yang telah mereka ajarkan. [menjadi teladan yg baik]


11. Thank God for what you have, TRUST GOD for what you need.

- Berterima kasihlah kepada Allah untuk apa yang anda dapat. PASRAHKANLAH KEPADA Allah untuk apa yang anda perlukan.


12. If you fill your heart with regrets of y ester day and the worries of tomorrow, you have no today to be thankful for.

- Kalau anda memenuhi hati anda dengan penyesalan hari kemarin dan kekuatiran akan hari esok, maka anda tidak mempunyai hari ini untuk disyukuri.


13. Happy memories never wear out… re-live them as often as you want.

- Kenangan bahagia tidak akan pernah lapuk... hidupkanlah kembali sesering yang anda kehendaki.


14. Home is the place where we grumble the most, but are often treated the best.

- Rumah adalah tempat dimana kita paling banyak mengomel, tapi seringkali diperlakukan secara paling baik.


15. The choice you make today will usually affect tomorrow.

- Pilihan yang anda buat hari ini akan mempengaruhi hari esok anda.


16. Take time to laugh, for it is the music of the soul.

- Ambillah kesempatan untuk tertawa, karena itu adalah musik dari jiwa.


17. If anyone speaks badly of you, live so none will believe it.

- Jika seseorang membicarakan keburukan anda, hiduplah sedemikian rupa sehingga tidak ada seorang pun mempercayainya.


18. Patience is the ability to idle your motor when you feel like stripping your gears.

- Kesabaran adalah kesanggupan untuk menetralkan persneling mobil, pada saat anda merasa ingin untuk merombak persneling itu. [ttp berkepala dingin, meski kata hati ingin meluapkan amarah]


19. Love is strengthened by working through conflicts together.

- Cinta itu diteguhkan dengan jalan melalui pertikaian bersama-sama. [setelah bersama melalui suatu rintangan, niscaya cinta akan menjadi lebih indah]


20. The best thing parents can do for their children is to love each other.

- Hal yang terbaik yang dapat dilakukan orang tua bagi anak-anak mereka adalah saling mengasihi satu sama lain.


21. Harsh words break no bones but they do break hearts.

- Kata-kata yang kasar tidak dapat meremukkan tulang tapi hal itu dapat meremukkan hati.


22. To get out of a difficulty, one usually must go through it.

- Untuk keluar dari kesulitan, seseorang harus berjalan menembusnya.


23. We take for granted the things that we should be giving thanks for.

- Kita seringkali menganggap sepele hal-hal yg seharusnya kita syukuri.


24. Love is the only thing that can be divided without being diminished..

- Cinta Kasih adalah satu-satunya hal yang dapat kita bagikan tanpa menjadikannya berkurang.


25. Happiness is enhanced by others but does not depend upon others.

- Kebahagiaan itu bertambah oleh orang lain, tapi tidak bergantung pada orang lain.


26. You are richer today if you have laughed, given or forgiven.

- Anda menjadi lebih 'kaya' hari ini kalau anda sudah tertawa, sudah memberikan sesuatu ataupun mengampuni/memberi maaf seseorang.


27. For every minute you are angry with someone, you lose 60 seconds of happiness that you can never get back.

- Dalam setiap menit, ketika anda marah kepada seseorang, anda akan kehilangan 60 detik kebahagiaan yang anda tidak akan dapat memperolehnya kembali.


28. Do what you can, for who you can, with what you have, and where you are.

- Perbuatlah apa yang anda dapat lakukan, kepada siapa pun yang anda boleh lakukan, dengan apa saja yang anda miliki, dan dimanapun anda berada.


Sumber

Kumpulan Kata-kata Bijak Umar bin Khattab

Wednesday, October 27, 2010

  • Umar bin Khotob: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah.” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)
  • Umar bin Khotob: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)
  • Umar bin Khotob: “Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)
  • Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush Shafwah, I/286)
  • Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar
  • Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar
  • Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Sayidina Umar bin Khattab
  • Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. ~ Sayidina Umar bin Khattab
  • Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
  • Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ~ Sayidina Umar bin Khattab
  • Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat.-Umar bin Khatab-
  • Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki Allah pula pada yang nyata di wajahnya.-Umar bin Khatab-
  • Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.-Umar bin Khattab-
  • Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut.-Umar bin Khattab-
  • Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.-Umar bin Khatab-
  • Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang kerana mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau.-Umar bin Khattab-
sumber: http://www.hilman.web.id/posting/blog/833/kumpulan-kata-kata-bijak-umar-bin-khattab-ra.html