Powered by Blogger.
Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Sikap Presiden Jokowi Terhadap Masalah Di Papua

Thursday, December 3, 2015

Presiden Jokowi memeluk Lukas Enembe, Gubernur Papua. Lukas membalas pelukan Jokowi. Mata keduanya terlihat basah.
Sesaat, suasana acara Mata Najwa jadi hening. Najwa Shihab berkali-kali mengusap matanya. Dia juga terisak. Penonton di studio Metro TV sesenggukan. Mereka terharu.
Setelah keheningan di studio mulai cair, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang duduk di barisan depan segera berdiri menyalami Jokowi dan Lukas. Disusul di belakangnya Luhut Panjaitan, Sudirman Said, Rini Soemarno, Surya Paloh, dan Setya Novanto. Suasana lalu berubah menjadi kegembiraan. Semua orang di studio tersenyum.
Selasa malam kemarin, produser Mata Najwa mengundang Jokowi dan Lukas tampil di Mata Najwa. Isu yang dibahas adalah isu sensitif dan sedang panas: keberadaan Freeport di Papua. Mulanya Lukas yang tampil pertama, sembari menunggu Jokowi datang. Di pengantar komentarnya, Lukas meminta pemerintah pusat tegas kepada Freeport termasuk (kalau perlu) untuk tidak memperpanjang kontrak karya.
Sembari tersenyum, Najwa kemudian memancing Lukas: apa yang akan dilakukan gubernur Papua seandainya Freeport benar-benar hengkang dari tanah Papua. “Saya tak mau berandai-andai. Kami orang Papua, butuh yang konkret. Bukan janji dan seandainya.”
Penonton bertepuk tangan setelah seorang produser yang tidak disorot kamera memberikan aba-aba untuk bertepuk tangan. Jusuf Kalla manggut-manggut. Luhut menatap serius. Sudirman cemberut. Rini tanpa ekspresi. Setya memejamkan mata. Surya mengelus-elus dagunya yang penuh bulu.
Tepuk tangan penonton semakin keras saat Jokowi masuk ke studio bersamaan dengan berakhirnya pengambilan gambar untuk Lukas. Semua pejabat segera berdiri, memberi hormat dan menyalami Jokowi. Sebelum duduk, Jokowi melambaikan tangan ke arah penonton dan mesam-mesem. Najwa berjalan mendatangi Jokowi dan menyalami. Keduanya saling sapa dan tertawa.
Beberapa menit kemudian, prosedur memberi isyarat pengambilan gambar kedua akan segera dimulai. Jokowi dan Najwa diminta tampil ke panggung, duduk di kursi berhadapan dengan Najwa.
Roll… action…
Kamera menyorot Najwa, dan dia segera memberi pengantar dengan narasi penuh rima mirip narasi acara Silet. “Freeport adalah isu besar. Kehadirannya menyangkut nasib bangsa yang besar. Tapi akankah pemerintah mengambil keputusan yang besar? Sejauh apa keputusan besar itu akan berdampak seandainya tambang Freeport, kelak diambil oleh putra-putri dari bangsa yang besar? Permisa, di tengah-tengah kita telah hadir Presiden Jokowi yang akan menjelaskan soal isu besar itu…”
“Selamat malam, Pak Presiden, selamat datang di Mata Najwa…”
“Selamat malam, Mbak Najwa. Anda ini hebat. Semua pejabat bisa dikumpulkan di studio. Pak Surya pintar memilih Mbak Najwa…”
Bersamaan dengan itu, produser memberi aba-aba agar penonton di studio bertepuk tangan, dan seluruh penonton segera bertepuk tangan. Najwa membuka pertanyaan dengan meminta penjelasan Jokowi soal kemungkinan tidak memperpanjang kontrak karya Freeport. Jokowi mesam-mesem menyimak pertanyaan Najwa tapi sejurus kemudian wajahnya berubah serius.
“Begini, Mbak Najwa. Hari ini, saya mendapat laporan ada 41 anak-anak di Mbuwa, Nduga, Papua meninggal dunia. Mereka sakit oleh penyakit yang belum diketahui. Para dokter di Wamena dan Jayawijaya angkat tangan, dan tentu saja saya sebagai presiden merasa terpukul…”
Suasana di studio menjadi hening. Najwa yang biasa menyela terlihat menahan diri. Jokowi segera melanjutkan penjelasannya.
“Papua itu kaya, Mbak Najwa, dan tambang Freeport hanya salah satu kekayaan tanah Papua. Saya sungguh bersedih, karena anak-anak itu seharusnya tidak mati di tanah yang kaya…”
“Kami mendengar, mereka terserang malaria, Pak Presiden?”
“Laporan awal yang masuk pada saya juga mengatakan begitu tapi para dokter sudah memastikan, mereka bukan mati karena malaria.”
“Sakit apa mereka…?”
“Ya itu yang belum diketahui.”
“Sudah ada tim yang akan dikirim ke Papua, Pak Presiden?”
“Betul. Saya sudah membentuk tim. Tim ini sudah saya buat sejak seminggu sebelumnya, tapi bukan tim untuk menyelidiki kasus kematian 41 anak-anak Papua itu.”
“Lalu tim apa, Pak Jokowi?”
“Saya membentuk tim pemutusan kontrak karya untuk Freeport Indonesia. Saya Presiden Republik Indonesia, Mbak Najwa. Dan saya akan sampaikan lewat Metro TV… Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak karya Freeport Indonesia. Dan mulai akhir tahun depan, semua pengelolaan Freeport harus diserahkan kepada pemerintah Indonesia…”
Suasana seketika menjadi hening. Mata para pejabat yang duduk di bangku barisan depan, membelalak semuanya seolah tak percaya dengan penjelasan Jokowi. Prosedur acara juga sampai lupa untuk memberi aba-aba agar penonton bertepuk tangan.
“Terus bagaimana kelanjutan penambangan Freeport, Pak Jokowi?”
“Soal sisa kontrak Freeport yang berakhir pada tahun 2019, akan kami selesaikan dengan cara bermartabat dan terhormat. Pengelolaan bekas tambang Freeport, setelah itu akan diserahkan kepada Papua untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat di sana. Semuanya. Sebagian besar, pemerintah pusat hanya akan mengawasi dan mengambil sedikit bagian yang akan disalurkan lewat APBN untuk digunakan oleh daearah-daerah lain terutama daerah yang miskin…”
Belum selesai Jokowi menjelaskan, Lukas segera berdiri dan berjalan ke arah Jokowi. Dia menyalami Jokowi. Jokowi menyalami dan memeluk Lukas. Produser telat memberi aba-aba karena semua penonton sudah telanjur bertepuk tangan. Adegan itu sebetulnya tak masuk dalam run down acara Mata Najwa tapi empat kamera besar di studio terus merekamnya.
“Terima kasih, Pak Presiden. Terima kasih. Kami tidak salah pilih, Pak Presiden adalah Presiden rakyat…”
Lukas membalas pelukan Jokowi. Jokowi semakin mendekap Lukas. Mata keduanya lalu berkaca-kaca.
Setelah menyalami Jokowi dan Lukas, terlihat Luhut, Rini, dan Sudirman seperti sibuk menelepon dengan ponsel mereka. Penonton meriung, bergantian menyalami Jokowi dan Lukas. Paspampres kewalahan tapi Jokowi melarang mereka mengusir penonton yang mendekat.
Di pojok panggung, Jusuf Kalla dan Surya tampak berbicara pelan dan serius. Surya kemudian memanggil Najwa dan berbicara tak kalah serius sambil menuding-nuding. Najwa manggut-manggut.
Malam itu Jokowi membuat lembaran sejarah baru bagi Indonesia, bagi Papua. Dia telah menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin berbakat, penuh wibawa dan penuh ketegasan. Bukan presiden yang kelasnya hanya disetir oleh kepentingan politik dan bisnis segelintir elite.
Najwa Shihab pun mendapat banyak ucapan selamat. Ponselnya berdering tanpa henti. Tapi Najwa bingung karena merasa Metro TV tidak pernah mengambil gambar untuk acara Mata Najwa yang menghadirkan Jokowi dan Lukas untuk membahas pencabutan kontrak karya Freeport. Tidak pernah ada.
Lewat Twitter, admin Mata Najwa mengabarkan, yang akan disiarkan Rabu malam nanti di Mata Najwa adalah pembacaan puisi oleh Jusuf Kalla, sejumlah menteri, gubernur, dan pejabat lainnya. Temanya “Berjabat Tangan dengan Rakyat.” Acara canda tawa, riang gembira. Dan tentu saja, acara itu sama sekali tidak akan membicarakan 41 anak Papua yang mati sebab tak terobati. Rusdi Mathari
[25/11 20:28]
Saksikan Mata Najwa
di Metro TV MALAM INI
Rabu, 25 November 2015 pukul 20:30 WIB
Berjabat dengan Rakyat
bersama
•Wapres Jusuf Kalla
•Gubernur Basuki Tjahaja Purnama
•Gubernur Rano Karno
•Walikota Ridwan Kamil
•Gubernur Gandjar Pranowo
•Menteri Susi Pudjiastuti

Sumber : https://facebook.com/photo.php?fbid=1666258746988355&id=100008127363573&set=a.1534354153512149.1073741828.100008127363573&refid=28&_ft_=qid.6224081111036588659%3Amf_story_key.-4055863003150969219&__tn__=%2As

TERKURUNG TUMPUKAN PUING 8 HARI MASIH SELAMAT

Saturday, March 19, 2011


Tim penyelamat mengeluarkan pria muda yang terkurung tumpukan puing bangunan di Jepang timur-laut, Sabtu (19/3/2011), delapan hari setelah gempa kuat mengguncang dan tsunami besar menerjang wilayah itu.
Lembaga penyiaran NHK menyatakan, pria yang digambarkan sebagai masih muda itu  diselamatkan dari rumah yang ambruk di Kesennuma, Prefektur Miyagi, dan berada dalam kondisi fisik yang stabil. Tapi ia sangat terguncang dan membisu saat ditemukan.
Hampir 7.000 orang telah dikonfirmasi tewas dalam bencana alam ganda di Jepang, yang mengubah seluruh kota kecil di bagian timur-laut negeri tersebut menjadi genangan air dan tanah lembab yang dipenuhi puing.
Sebanyak 10.700 orang lagi hilang dan banyak orang dikhawatirkan tewas. Selain itu, 390.000 orang, termasuk warga Jepang yang berusia lanjut, kehilangan tempat tinggal dan berjuang menghadapi temperatur yang mendekati titik beku di berbagai tempat penampungan di daerah pantai Jepang timur-alut.
Makanan, air, obat dan bahan bakar penghangat ruangan nyaris habis. "Semuanya hilang, termasuk uang," kata Tsukasa Sato, tukang potong rambut yang berusia 74 tahun dan menderita gangguan jantung, saat ia menghangatkan tangannya di depan tungku di tempat pengungsian.
Sementara itu, para pejabat urusan kesehatan dan badan pengawas atom PBB menyatakan, tingkat radiasi di ibukota Jepang, Tokyo, tak berbahaya. Tapi terjadi pengungsian besar-besaran wisatawan, orang asing dan banyak orang Jepang yang khawatir terhadap ledakan bahan radioaktif.
"Saya pergi sebab kedua orang tua saya ketakutan. Saya pribadi berpendapat ini akan berubah jadi macan kertas terbesar yang pernah disaksikan dunia," kata Luke Ridley (23) dari London saat ia duduk di bandar udara Narita dan menggunakan laptopnya.  "Saya barangkali akan balik lagi dalam waktu satu bulan," tambahnya.
Kendati ada kekhawatiran di seluruh dunia, banyak ahli telah memperingatkan ada sedikit risiko radiasi pada tingkat berbahaya yang menyebar ke negara lain.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan, "sedikit" jumlah radiasi dideteksi di California sehubungan dengan terlepasnya radiasi dari instalasi listrik tenaga nuklir yang rusak di Jepang, tapi tingkat itu tak mengkhawatiran.
Di tengah kesengsaraan, rakyat Jepang bangga pada 279 pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir yang bekerja keras, dengan memakai masker, kacamata hitam dan pakaian pelindung yang ditutup plester.
"Mata saya berlinang air mata jika mengingat pekerjaan yang mereka lakukan," kata Kazuya Aoki, petugas pertolongan di Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang.
 

Anak Malawi Membuat Windmill (Kincir angin) dari Barang Rongsokan

Friday, March 18, 2011

William Kamkwamba Malawi dikeluarkan dari SMA-nya karena tidak bisa membayar iuran sekolah. Pada Usia 14 tahun ia sering pergi ke perpustakaan dan gemar membaca sebuah buku Amerika disebut 'Menggunakan Energi. "Orang mengira anak itu sudah gila. Ternyata ia jenius.

Mr Kamkwamba, yang kini 22 tahun, bersama-sama membuat turbin dari suku cadang sepeda, pisau kipas traktor dan "shock absorber" tua.






























 

Hebat, Anak Tukang Parkir Sekolah di Korea Selatan

Saturday, March 12, 2011

MUKHIJAB/"PRLM"

















Daya Laras Dika (19) merupakan remaja teladan dari keluarga tidak beruntung. Lelaki berkacamata minus sebagai sosok pejuang yang berontak pada kemiskinan yang mendera orang tuanya. Kerja kerasnya terbayar dengan diperolehnya beasiswa penuh di International Finance Woosong University Korea Selatan.
Pria kelahiran Yogyakarta, 19 Februari 1992 ini putra pasangan Agus Yus Yudiarso dan Katijah, pasangan tukang parkir di Kota Yogyakarta. Selama enam bulan, dia tercatat sebagai mahasiswa program internasional Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII). Atas dorongan fakultas, dia mengikuti tes beasiswa dan berhasil lolos.
Keteladanan Laras pada sikap tegar dan tak pantang menyerah. Sejak SD, orang tuanya tak mampu membayar sekolah. Dia malang melintang untuk mendapatkan beasiswa, dengan cara masuk dari satu kantor ke kantor lain di lingkungan Pemkot Yogyakarta untuk mendapatkan beasiswa. Cara yang sama ditempuhnya saat SMP 6 dan SMA 1 Yogyakarta. "Saya mendapatkan biaya studi dengan mengajukan beasiswa, orangtua saya ekonominya sederhana. Mereka buruh parkir," ujar dia.
Ketika SMA, dia sedikit lega setelah mendapat bantuan pendidikan pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) persiapan kuliah mendapat bantuan jaminan pendidikan daerah Rp 3 juta dan beasiswa prestasi untuk lulusan SMA sebesar Rp 900.000 dari Pemkot Yogyakarta.
Inginya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) atau Universitas Gadjah Mada (UGM), takdir mengantarkannya ke Fakultas Ekonomi UII angkatan 2010. Karena tercatat sebagai mahasiswa ekonomi reguler, dia menegosiasi supaya masuk kelas internasional. Beasiswa dari Lembaga Zakat, Infaq dan Sadakah (Lazis) UII sebesar Rp 32 juta hanya cukup mengikuti program ekonomi reguler. Dia tidak menyerah, caranya mencari saweran di kampus mendaftar program tuition fee dengan jadi instruktur atau asisten, meskipun ini dilarang bagi mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa.
Masalah baru muncul, ketika kedua orangtua Laras tidak mengizinkan anak tunggalnya ke luar negeri, karena dia tidak pernah pergi jauh. "Saya melakukan pendekatan ke orangtua sejak Laras mulai aplikasi beasiswa ke Woosong. Saya meyakini dia bisa diterima, maka kedua orang tua dia kita yakinkan anaknya bisa lebih terjamin masa depannya dengan kuliah di Korsel," kata Ketua Internasional Program Ekonomi UII, Anas Hidayat.
Laras yang tercatat sebagai warga Bangunrejo RT.01/1639 Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta terbang menuju Korsel.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/136281

Surat Kerinduan dari Medan Perang Sangat Romantis Sgt Menyentuh Hati

Wednesday, March 9, 2011


Dengan cinta dari garis terdepan medan pertempuran. Kata-kata indah yang dikirim dari medan perang sejak 200 tahun silam.

Museum Tentara Nasional di London, Inggris, baru-baru ini memamerkan surat-surat yang dikirimkan dari medan perang. Surat yang dikoleksi mulai dari perang Wellington dari awal abad ke-19, pertempuran Crimea, perang dunia dan perang di Irak.

Catatan Mayor Ryshworth-Hill adalah salah satu dari koleksi yang luar biasa mendokumentasikan surat cinta dan kesedihan dari garis depan lebih dari 200 tahun. Dipisahkan oleh Perang Dunia Kedua, Mayor Anthony Ryshworth-Hill hanya memiliki foto untuk mengingat kekasihnya. Di Afrika Utara selama Perang Dunia Kedua, dia bertekad untuk tidak membiarkan perang memisahkan dirinya dengan sang kekasih.

Pada Juni 1944, dia menulis untuk kekasihnya. ''Valerie sayang, akankah kita sanggup menjalani hubungan yang terpisah jauh ini sampai kita akhirnya benar-benar kembali bertemu. Bagaimana yang cocok denganmu, sayang?''

Surat Hill merupakan surat balasan atas surat Valerie yang dikirim pada April. Dalam isi suratnya, Valerie menempelkan foto dirinya mengenakan seragam tentara. Valerie tampak begitu 'sangat Inggris' dengan ekspresi serius dan topi konyolnya.

''Sayang, aku sangat mencintaimu. Aku suka topi konyolmu dan aku mencintai semua ekspresimu,'' tulis Ryshworth-Hill dalam surat balasannya pada Juni 1944. ''Aku mencintai setiap potongan kecil pada dirimu. Bahkan, aku mencintaimu sebelum piramida dibangun atau mungkin beberapa tahun sebelumnya.''

Mayor Ryshworth-Hill beruntung. Cintanya mendapat balasan. Valerie setia menanti dan keduanya resmi menikah pada tahun berikutnya. Setelah Perang Dunia Kedua berakhir, Ryshworth-Hill menjadi atase militer di Ghana dan Turki.

Cinta Segitiga

Dari medan perang jauh, orang yang dicintai menerima puisi, foto dan ekspresi putus asa keinginan untuk pulang. Tapi, tidak semua surat berisi tentang cinta seperti kiriman surat Ryshworth-Hill untuk Valerie.

Hubungan lebih kusut terjadi pada Letnan William Lee yang ditempatkan di medan pertempuran di Brunswick pada 1788. Dia menerima surat cinta dari dua wanita Perancis yang sama-sama setia menantinya untuk menikah dengannya.

Seorang artis bernama Linette Desincourt mengirimkan surat cintanya untuk Lee. ''Aku menciummu dengan segenap jiwaku. Aku milikmu seumur hidup."

Tapi, hanya bulan kemudian, wartawan yang disebut bernama Marianne juga mengaku punya hubungan khusus dengan Lee. Marianne yang saat itu sudah hamil tersebut menulis: "Ya, kekasihku. Aku akan memberimu Lee kecil yang menarik dan menyenangkan seperti ayahnya.''

Kabar Duka

Pada April 1901, Sersan Louis Jones mendapat surat dari sang istri ketika bertugas di Gibraltar. Dia menerima surat yang mencabik-cabik hatinya.

''Untuk Louis-ku sayang,'' tulis sang istri dengan tangan gemetar. Sang istri mengabarkan berita tentang putra mereka, Teddy, yang baru berusia tiga tahun. Louis terpukul ketika mendapat kabar Teddy meninggal karena kanker otak.

Sementara, Dean Leonard yang sedang bertugas di Perang Teluk mendengar dari istrinya di Hari Valentine 1991 bahwa ketel kesayangannya rusak. Beberapa tentara lainnya mengirimkan kartu pos dan pernak-pernik Natal.

Dari Korea pada 1950, sersan Anthony Baker mengirimkan surat kepada sang istri dengan foto terbarunya. Dia menulis: "Untuk satu-satunya gadis yang terpenting dalam hidupku. Sayangku, saya harap kamu menyukai kumpulan kecil dari Jepang ini."

  sumber

Cerita Menarik Pemenang Pertama Kuis Who Wants To Be A Millionaire

Monday, February 21, 2011

Teman-teman semua pasti tahu dong, kuis yang satu ini. Kuis ini juga sempat booming di Indonesia, saat dibawakan oleh Tantowi Yahya. Di Indonesia memang belum ada satupun kontestan yang mencapai angka paling fantastis, 1 milyar. Paling banter hanya sampai titik 500 juta rupiah kalau tidak salah. Tapi tahukah teman teman? kalau di Amerika sana quiz ini sudah terlebih dahulu berhasil mendapatkan juara pertama yang mendapat $1 million dollar. Hmm, jadi inget film ya hihi

Siapakah orang berintelektual tinggi yang beruntung itu? dia adalah John Carpenter. Seorang pria kelahiran 1968 yang berasal dari Hamden, Connecticut. Dia adalah seorang lulusan ekonomi Universitas Rutgers di tahun 1990. Dia berumur 31 tahun tepatnya, saat memenangkan mega kuis ini.
Hari itu, 18 November 1999. Ketika Who Wants To Be A Millionaire berlangsung, dan John Carpenter sudah mencapai titik paling akhir permainan. Dengan hati yang deg-degan, dia disodori pertanyaan senilai 1 juta dollar. Yang artinya bila dia berhasil menjawab pertanyaan tersebut, dia akan mematahkan rekor sebagai milyarder pertama dalam kuis ini. Kali itu pertanyaan yang muncul adalah 'Which of these U.S. Presidents appeared on the television series 'Laugh-In'?.

Beruntunglah John, karena sampai di pertanyaan itu dia masih menyisakan 3 pilihan bantuan. Phone a friend, Ask The Audience dan fifty-fifty. Dan disinilah cerita menariknya. Sama sekali tidak terlihat raut wajah yang tegang, seperti sudah sangat yakin dengan jawabanya. Dia hanya tersenyum simpul saat dihadapkan dengan pertanyaan tersebut. Rupanya John merasa sudah memiliki 1 juta dollar itu di rekeningnya.
Tak disangka-sangka ketika seluruh penonton mulai berharap-harap cemas. John memutuskan untuk mengambil pilihan bantuan Phone A Friend. Dia menelepon ayahnya. Terjadilah sebuah dialog yang menarik :

Regis Philbin (Host): 'John you've got thirty seconds, starts right now'
John: 'Uh...Hi, Dad.'
Tom (Ayah John): 'Hi!'
John: 'Um...I don't really need your help, I just wanted to let you know that I'm gonna win the million dollars'
(penonton mulai tertawa sambil memberikan tepuk tangan yang meriah)
John: 'Er... because the U.S. President that appeared on 'Laugh-In' is Richard Nixon. That's my final answer'
Regis: 'Well, my gosh. What can I say except: Debbie (Carpenter's wife), you're going to Paris, and this is the final answer heard all around the world, he's won a million dollars!'

Oh my god, John Carpenter berhasil mendapatkan 1 juta dollar dengan cara unik, tidak terduga sebelumnya. Dia menelepon ayahnya bukan untuk menanyakan isi jawabanya. Tapi dia menelepon ayahnya hanya untuk memberitahukan bahwa tidak akan lama lagi dia akan mendapat $1 million dollar. Karena dalam lubuk hatinya, John memang sudah mendapatkan jawabanya. Richard Nixon is the final answer, and damn he pretty pretty sure 100 percent. John Carpenter is the first winner on who wants to be a millionaire.

Dari cerita menarik dan inspiratif ini. Bisa ditarik sebuah hikmah yang sangat berharga. Bahwa dengan ide dan ilmu yang bermanfaat, kita jauh akan menjalani hidup ini dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang penuh. Dan uang, itu hanya sebuah efek sebab akibat dari hasil pengamalan ilmu dan ide tersebut. Be the first who inspires





kaskus

Kisah 'perahu Nabi Nuh' dari Aceh

Wednesday, February 16, 2011



Banda Aceh: Pagi itu, becak motor yang membawa dua penumpang melaju santai di ruas jalan menuju tempat pendaratan ikan Lampulo, Kota Banda Aceh, Nanggroe Aveh Darussalam. Di sisi kiri jalan, puluhan unit kapal ikan bersandar di dermaga kayu pinggir Sungai (Krueng) Aceh yang airnya bewarna kecoklat-coklatan.

Beberapa nelayan yang bertelanjang dada asyik merajut jaring di atas kapal. Tidak ada aktivitas kapal berlayar di Krueng Aceh pada Ahad, 26 Desember 2010.

'Pak, kenapa tidak ada boat berlayar pagi ini, lazimnya aktivitas nelayan yang pulang atau pergi melaut untuk menangkap ikan pada pagi hari seperti di daerah lain,' tanya penumpang becak motor yang mengaku dari Jakarta dan tengah mengisi liburan akhir tahun di Banda Aceh.

'Hari ini, para nelayan seluruh Aceh tidak melaut untuk mengenang kembali peristiwa tsunami enam tahun silam,' kata Usman, pengemudi becak motor itu.

Mata wisatawan itu tertuju pada sebuah rumah yang di atasnya terdapat seunit perahu tidak beda dengan boat-boat yang bersandar di TPI Lampulo tersebut. 'Kapal nelayan yang ada di atas rumah warga itu merupakan salah satu bukti tsunami dan orang-orang menyebutnya sebagai `perahu Nabi Nuh` yang terhempas gelombang laut enam tahun silam,' kata Usman.

Saksi enam tahun lalu menyebutkan, 59 warga di atas kapal ikan nelayan yang terhempas ke daratan terselamatkan saat tsunami, 26 Desember 2004. Dan kisah para korban tsunami itu tertuang dalam sebuah buku saku yang ditulis oleh 10 dari 59 orang yang menjadi penumpang perahu nelayan tersebut, enam tahun silam. Buku saku itu berjudul Mereka Bersaksi.

Abasiah, salah seorang korban selamat, mengisahkan, saat tsunami menjangkau permukimannya di Lampulo dengan ketinggian lebih dari satu meter, tiba-tiba perahu nelayan itu muncul di hadapannya. 'Waktu itu, kami sekeluarga yang masih berada di dalam rumah langsung ke luar, dan tanpa pikir panjang memanjat kapal yang sudah berada di hadapan kami,' katanya.

Karena air laut yang mencapai daratan terus meninggi, sebagian warga keluar melalui atas rumah untuk mencapai kapal nelayan itu. 'Itu kapal bersejarah dan telah banyak warga terselamatkan dari tsunami,' kata Abasiah.

Abasiah, warga Lampulo yang rumahnya berdekatan dengan TPI itu menceritakan awal 'perahu Nabi Nuh' tersebut bertengger di atas atap rumah permanen miliknya. 'Awalnya, saya mengira perahu itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan orang-orang dari amukan air laut menerjang permukiman penduduk,' katanya.

Di dalam rumah permanen yang kini masih bersemayam 'perahu Nabi Nuh' itu, Abasiah tidak sendiri ketika tsunami sebab ada anak-anaknya yaitu Agin, Ghazi, Thoriq, Zalfa, dan seorang putri angkatnya, Yanti.

'Dari jendela lantai atas, saya melihat banyak boat ikan yang hanyut di depan rumah dengan kecepatan tinggi, seperti mobil-mobilan yang ditarik mundur lalu dilepaskan,' ujar Abasiah.

Abasiah mengisahkan, saat itu mereka yang berada di lantai dua bangunan rumahnya, terus berdoa dan berzikir seraya saling meminta maaf karena 'akan berakhirnya sebuah kehidupan'. 'Waktu itu tidak ada tangis, tapi wajah-wajah ketakutan sambil terus berdoa dan berzikir berharap hanya ada pertolongan dari Allah, jika memang kami masih diberi kesempatan untuk hidup,' katanya.

Setelah semuanya berada di atas 'perahu Nabi Nuh' itu, Abasiah dan orang-orang lainnya terus mengaji, berdoa, berzikir kepada Allah, selain menyaksikan kehancuran akibat diamuk tsunami, 26 Desember 2004. 'Kami melihat kapal cepat yang membawa penumpang Pulau Sabang-Banda Aceh tidak bisa berlabuh dan helikopter terbang di atas,' katanya.

Saksi peristiwa tsunami lain, Samsuddin Mahmud, mengaku bahwa ia dan beberapa orang tetangga merupakan rombongan pertama yang naik ke atas 'perahu Nabi Nuh' itu. 'Awalnya kami mengira bahwa perahu ini sengaja didatangkan oleh `malaikat` untuk menyelamatkan orang-orang,' kisahnya.
Sebelum menaiki perahu itu, Samsuddin yang sudah berada di lantai dua rumah tetangganya mengaku ketinggian di lantai tersebut lebih satu meter dan bewarna hitam pekat. 'Ketika saya sudah berada di lantai dua rumah milik tetangga, air sudah sebahu. Kemudian, tiba-tiba terlihat perahu itu dan kami langsung berebut menaikinya,' katanya.

Kisah korban selamat lainnya, Erlina Mariana Rosada Sari, mengisahkan bahwa sewaktu dalam boat tersebut, sempat gelombang laut silih berganti menerjang daratan dan dalam waktu bersamaan guncangan gempa masih terasa. 'Orang-orang di dalam perahu ini terus mengumandangkan azan dan berdoa. Hanya doa dan zikir yang bisa kami lakukan saat tsunami itu,' katanya.

Erlina menyatakan, dari atas perahu itu menyaksikan rumahnya luluh-lantak dan daratan tanpa bekas karena sudah dipenuhi air keruh. Ibarat hamparan lautan yang luas.

'Perahu Nabi Nuh' yang tidak lagi berlayar dan tetap tegak bersandar di atas atap rumah Abasiah di gampong Lampulo. Bahkan, tidak bertuan. Kini, tempat itu dijadikan sebagai salah satu aset wisata peninggalan tsunami.

'Perahu itu menjadi salah satu objek wisata yang memiliki makna sebagai peringatan Allah, karena dengan melihat ini orang bisa berpikir tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta yang tiada tara,' kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal.

'Rumah boat' atau 'Perahu Nabi Nuh' yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Banda Aceh itu saat ini menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan. Tidak hanya warga nusantara, tapi juga turis asing. Selain menyaksikan bukti fisik, para wisatawan juga bisa mendengarkan kisah-kisah unik dan ajaib dari peristiwa tsunami enam tahun silam dari korban selamat di 'Rumoh Boat' atau 'Perahu Nabi Nuh' itu.

Keusyik (Kades) Gampong Lampulo Alta Zaini mengatakan, warganya sudah siap menerima wisatawan yang akan berkunjung ke situs tsunami tersebut. 'Perahu Nabi Nuh' yang kini bersemayam di lantai dua rumah Abasiah itu memiliki sekitar 18 meter, berkonstruksi kayu, dan kini telah dibangun tangga untuk mencapai bagian dalam boat tersebut.

Manusia Tanpa Tulang Bertahan Hidup Selama 25 tahun hanya diatas Tempat tidur

Sultoni, pria 27 tahun dari Tegal, Jawa Tengah, Indonesia, menderita polio hampir 26 tahun sejak usia 13 bulan sampai sekarang. Tidak seperti remaja lain pada umumnya yang bisa berinteraksi dengan dunia luar, bergaul dengan teman-teman, dan merasa dunia pendidikan, dll, Sultoni hanya dapat berbaring di tempat tidur (papan kayu tanpa bantalan bantal atau kasur) ditemani sebuah radio kecil di sisinya.
 
Mengharukan!! Kisah Sultoni, Manusia Tak Bertulang sudah 25 Tahun Hidup di Tempat Tidur
Ketika Sultoni berusia 13 bulan, Rasito, ayahnya membawanya ke rumah sakit. Sultoni masih mampu berjalan sampai selang waktu yang cukup lama. Rasito berusaha untuk menyembuhkan anaknya dengan membawanya kembali ke rumah sakit yang sama, RS. Susilo, Slawi-Tegal. Menurut dokter anak yang memeriksa keadaannya, Sultoni mengalami gejala polio.

Tidak ada Akses Kesehatan bagi Orang Miskin Seperti Sultoni

Sertifikat yang menginformasikan mereka adalah keluarga miskin yang diterima oleh Rasito sudah cukup untuk membantu dia untuk mendapatkan bantuan kesehatan gratis, meskipun itu tidak sepenuhnya bebas, karena obat yang dibutuhkan oleh Sultoni tidak tersedia di rumah sakit dan mereka memaksa Rasito untuk membelinya di luar rumah sakit.
Mengharukan!! Kisah Sultoni, Manusia Tak Bertulang sudah 25 Tahun Hidup di Tempat Tidur
Sultoni awalnya ditempatkan di kamar tidur di rumah. Namun karena keluarga tidak tahan bau kotoran, keluarga menaruh Sultoni di dapur, di mana biasanya digunakan ibunya untuk memasak. Sekarang dapur menjadi kamar tidurnya juga. Setiap upaya-upaya telah dilakukan, namun Sultoni masih belum bisa berjalan hingga saat ini.

Potret Keluarga Sultoni
Ayah Sultoni, Rasito adalah lulusan sekolah dasar yang hanya bisa bekerja sebagai kuli di pasar dengan penghasilan rendah sekitar Rp. 12.000 per hari. Rasito akhirnya hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan untuk hidupnya dan anak-anak menderita. Pada tahun 1989, Rasito berusaha mengubah nasibnya dengan beralih pekerjaan sebagai tukang becak. Bahkan untuk becak saja ia harus membeli dengan kredit.



Mengharukan!! Kisah Sultoni, Manusia Tak Bertulang sudah 25 Tahun Hidup di Tempat Tidur
Bantuan Untuk Sultoni
Rasito memiliki empat anak termasuk Sultoni, Sandi, Bowo & Luki. Setelah memiliki 4 anak, istrinya meninggal. Sandi, anak kedua, tidak memiliki pekerjaan tetap sampai sekarang dan ia hanya bekerja sebagai salah satu buruh bangunan.

Kadang-kadang ia juga bekerja sebagai asisten sopir di satu perusahaan transportasi. Bowo, anak ketiga Rasito, dipercayakan kepada Panti Asuhan sejak sekolah dasar sampai sekarang karena kurangnya biaya untuk membesarkannya.

Nasib Bowo lebih beruntung dari saudara-saudaranya. Dia sekarang kuliah di Trans Jaya dibiayai oleh perusahaan Teh Botol Sosro sebanyak 50%, sedangkan sisanya 50% dibiayai oleh orang tua yang harus mencari utang di mana-mana untuk ongkos sekolah anak-nya.

Luki, anak terakhir yang dipercayakan kepada adiknya yaitu bibi Jamilah sejak usia 8 bulan sampai sekarang. Saat Luki duduk di kelas 6 SD. Keluarga Sultoni adalah potret kehidupan keluarga dalam keadaan kemiskinan. Mereka tidak dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan terisolasi dari dunia luar.


Mengharukan!! Kisah Sultoni, Manusia Tak Bertulang sudah 25 Tahun Hidup di Tempat Tidur
Harap menyebarkan berita ini untuk membantu Sultoni menemukan kesembuhannya atau anda juga dapat berbagi dengan keluarga sultoni dengan langsung mendatangi kediamannya.
 

Perancis Sambut Bayi "Penyelamat" Pertama

Wednesday, February 9, 2011

Ingat cerita dari novel laris "My Sister's Keeper" tentang anak yang dilahirkan untuk menjadi donor bagi sang kakak yang menderita leukemia akut? Cerita itu tidak sepenuhnya fiksi, karena bayi dengan 'nasib' serupa kini lahir di Prancis.

http://i.okezone.com/content/2011/02/08/56/422430/F2ze0KBsNi.jpg
Salah satu adegan film 'My Sister's Keeper' (Foto: Google image)
Bayi itu dilahirkan di Rumah Sakit Antione Beclere di Clamart, pinggiran kota Paris. Dua dokter yang membantu kelahirannya adalah Rene Frydman dan Arnold Munnich.

Dilahirkan dari orangtua keturunan Turki, bayi laki-laki itu diberi nama Umut-Talha (bahasa Turki yang berarti 'harapan kami').

Orangtua Umut-Talha melakukan proses pembuahan in-vitro dan melahirkan dirinya pada 26 Januari dengan berat 3,65kg, demikian keterangan yang dilansir Straits Times.

Seperti pada cerita "My Sister's Keeper", Umut-Talha adalah bayi yang 'didesain' sedemikian rupa untuk menolong saudaranya yang menderita kelainan darah beta thalassemia.

Pada proses pembuahan, dokter tidak hanya memastikan agar Umut-Talha tidak membawa gen penyakit tersebut, tapi juga memiliki gen yang cukup dekat untuk menyediakan sel pengobatan dari tali pusar, yang merupakan sumber sel punca (stem cell).

Penyakit beta thalassemia sendiri adalah bentuk keabnormalan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Namun, penyakit ini menyebabkan kerusakan sel darah merah sehingga penderita mengalami anemia.

Umut-Talha sebenarnya bukan bayi 'penyelamat' pertama di dunia. Bayi 'penyelamat' pertama adalah Adam Nash, yang dilahirkan di Amerika Serikat, 2000 lalu.

Sumber :
techno.okezone.com

Kisah Duka Ketika Seekor Simpanse Meratapi Kematian Anaknya

Ilmuwan terkejut ketika melihat adegan mengharukan dari seekor induk simpanse yang sedang berduka. Gambar-gambar mengejutkan yang menunjukkan bagaimana simpanse berduka sama seperti manusia ketika anak yang dicintainya itu menghembuskan nafas terakhir.

http://static.republika.co.id/images/ibu_simpanse_menggendong_jasad_anaknya_satu_hari_lebih_110205202700.jpg
Ilmuwan sudah tahu bahwa ibu simpanse membangun hubungan fisik yang dekat dengan anak-anak mereka. Ibu simpanse membawa anak mereka dalam pelukannya sampai dua tahun. Mereka menyusui anaknya sampai berusia enam tahun.

Tapi, sekarang ilmuwan tahu bahwa simpanse ternyata juga bersedih ketika anaknya mati. Ilmuwan berhasil memfilmkan bagaimana kesedihan seorang ibu simpanse yang ditinggal mati oleh anaknya yang baru berusia 16 bulan. Simpanse itu meratapi kepergian anaknya dengan caranya sendiri.

Ibu simpanse itu terus membawa jasad anaknya untuk lebih dari 24 jam. Setelah itu, ibu simpanse lembut meletakkan jasad anaknya di tanah. Kemudian dari jarak dekat, dia memandangi wajah anaknya.

Secara berkala ia kembali ke tubuh anaknya. Si ibu simpanse itu menyentuh lembut wajah dan leher anaknya dengan jari-jarinya untuk memastikan apakah anaknya memang benar-benar telah tiada.

http://static.republika.co.id/images/ibu_simpanse_meletakkan_jasad_anaknya_di_tanah_110205203100.jpg
Dia kemudian memanggil satu simpanse dari kelompoknya untuk meminta pendapat kedua soal kematian anaknya. "Pada hari berikutnya, simpanse telah meninggalkan tubuh anaknya," tulis laporan Institut Psikolinguistik Max Planck.

http://static.republika.co.id/images/ibu_simpanse_meminta_pendapat_kedua_dari_simpanse_lainnya_110205203402.jpg

Wawasan Unik

Dr Katherine Cronin dan Edwin Van Leeuwen bersama Prof Mark Bodamer dari Universitas Gonzaga (Washington) dan Innocent Chitalu Mulenga mengambil gambar ibu simpanse itu di Chimfunshi, Zambia.

Cronin mengatakan penelitian ini memberikan wawasan unik mengenal bagaimana simpanse meratapi kesedihannya.

"Setelah menggendong mayat bayinya selama lebih dari satu hari, ibu simpanse meletakkan tubuh anaknya di lapangan," kata Cronin. "Dia berulang kali mendekati tubuh anaknya. Jari-jarinya menempel pada wajah dan leher bayi selama beberapa detik."

Ibu simpanse tetap dekat dengan tubuh anaknya selama hampir satu jam. Dia kemudian membawa jasad anaknya ke kelompok simpanse.

Ibu simpanse meminta kelompoknya untuk menyelidiki tubuh anaknya. "Pada hari berikutnya, ibu itu tidak lagi membawa tubuh bayi," terang Cronin.

Laporan yang dipublikasikan dalam American Journal of Primatologi ini memberikan gambaran bagaimana primata bereaksi terhadap kematian orang dekat. Apakah mereka mengerti tentang kematian. Apakah mereka berkabung.

Peneliti percaya bahwa simpanse mengalami masa transisi yang unik. Sebagai ibu, simpanse belajar tentang kematian bayinya. Suatu proses yang belum pernah dilaporkan secara rinci.

"Video ini sangat berharga karena si ibu simpanse memaksa seseorang untuk berhenti dan berpikir tentang apa yang mungkin terjadi dalam benak primata lainnya," kata Cronin.

Sumber :
republika.co.id

Ayah Pendiri Facebook Ungkap Rahasia Sukses Didik & Besarkan Anak

Ingin membesarkan anak jadi orang terkaya di dunia? Dr Edward Zuckerberg, ayahanda Mark Zukerberg pendiri jaringan sosial Facebook, membuka rahasia suksesnya. Kuncinya, kata Edward, mendukung kekuatan dan minat anak serta menjaga keseimbangan antara bekerja dan bermain. Tidak hanya itu ketertarikan Mark terhadap komputer akibat pengenalannya dengan komputer sejak dini.
dr Edward Zuckerberg kanan dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg Kiri
dr Edward Zuckerberg kanan dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg Kiri
“Hal ini memperkaya ketertarikan Mark terhadap teknologi,” kata dia seperti dilansir The Associated Press, Jumat 4 Februari 2011. Edward menceritakan, keluarganya terpapar komputer sejak 1985. Ketika itu Edward, yang berkantor di rumah, mulai melakukan komputerisasi. Mark dibesarkan dalam lingkungan tersebut sejak kecil.
Edward mengaku pengetahuan dia mengenai komputer terbatas. Meski begitu dia kerap menjadikan kantornya padat teknologi. “Saya berusaha memiliki teknologi yang paling mutakhir,” kata dia. Ia kemudian mengajarkan Mark program komputer. “Tapi kemampuan programming dia selanjutnya adalah otodidak,” kata Edward.
Ayah empat anak itu mengaku hal terpenting dalam membesarkan anak adalah tidak memaksakan mereka. “Lebih baik mengenali apa kekuatan mereka, dan mendukungnya, serta mendorong pengembangan hal-hal yang mereka sukai,” ujar Edward. Keluarga Zuckerberg tak menerapkan fisik dalam mendisiplinkan anak-anak mereka. “Saya tidak percaya pada disiplin fisik,” kata dia. Tetapi Edward menambahkan orang tua perlu memberitahu perilaku tertentu adalah perilaku yang tak akan ditolerir.
“Jika Anda menyampaikan ketidaksukaan anda terhadap perilaku negatif tertentu pada usia dini, mereka akan belajar memahami perasaan anda mengenai hal-hal itu,” kata dia. Meski tak ingin disebut sebagai ahli, dia mengingatkan anak-anak perlu untuk diingatkan, bahwa ada masa bekerja dan bermain.
Edward menggambarkan Mark sebagai murid baik yang tertarik pada matematika dan ilmu pengetahuan. Mark adalah anak pendiam yang tak suka mengumumkan prestasi dia. Ketika Mark dinobatkan sebagai person of the year oleh Majalah Time, anaknya itu hanya berkata, “Pasti tahun ini sepi sekali.”
Edward mengatakan dia bangga atas prestasi Mark, dan seluruh anaknya. Saudara perempuan Mark, Randi, saat ini menjabat sebagai direktur pemasaran Facebook. Donna, adiknya yang lain, seorang kandidat doktor jurusan Klasik di Princeton. Sementara adik bungsu Mark, Arielle saat ini duduk di bangku kuliah di Claremont McKenna College.
Lalu bagaimana pendapat Edward mengenai film The Social Network yang menceritakan ihwal pendirian Facebook, dan sekelumit kisah hidup Mark. “Jika film itu hanya sebuah cerita, dan bukan cerita mengenai anak saya, saya rasa itu adalah hal yang bisa ditoleransi,” kata Edward.
Edward sekarang menikmati kesuksesan anaknya dengan caranya sendiri. Dia menggunakan Facebook sebagai alat promosi praktik dokter giginya. Satu jam sehari dihabiskannya untuk memperbarui akunnya. Dan satu hal lagi, dia juga masih memeriksa rutin gigi si Mark, putranya yang dinobatkan orang termuda terkaya di dunia itu

sumber

Jika Makan Es Krim, Gadis Ini Bisa Mati

Tuesday, February 8, 2011


Priscilla Pomerantz tidak bisa bermain di salju atau menikmati es krim seperti anak-anak pada umumnya. Semua benda dingin yang bersentuhan dengannya bisa menjadi pembunuh.

Gadis sembilan tahun asal New York itu menderita kelainan langka yang dikenal sebagai Cold Urticaria. Ini merupakan kelainan yang membuatnya tak bisa bersentuhan dengan benda-benda dingin di bawah suhu 20 derajat Celcius.

Jika dipaksakan, ia akan mengalami gatal-gatal tak tertahankan di sekujur tubuh, bahkan berhenti bernapas. Ia pun tak boleh berkeringat karena upaya menyeimbangkan suhu tubuh ini bisa membuatnya alergi.

Orangtuanya, Collen dan Craig, mengatakan, putri mereka terdiagnosis kelainan itu sejak usia tujuh tahun. Sejak saat itu, putrinya harus mengonsumsi antihistamin dua kali sehari dan membawa pena EPI sepanjang waktu. Ini untuk menghindari risiko alergi saat mendapat serangan dingin.

“Jika dia pergi keluar saat udara dingin, makan atau minum-minuman dingin, atau jika mandi tidak dengan suhu tertentu, dia bisa mengalami gatal-gatal dari kepala sampai kaki, muntah dan mengalami kesulitan bernapas,” katanya sang ibu seperti dikutip dari Daily Mail.

Orangtuanya selalu menjaga suhu hangat di sekitar putrinya. Mereka tak ingin melihat putrinya mengalami gatal yang bisa membuat kulit bengkak selama beberapa jam. Bahkan dalam kondisi parah, reaksi ini bisa bertahan hingga tiga hari.

“Pernah suatu waktu kondisinya begitu parah sehingga jika dia tidak minum obat, dia bisa mati. Ini membuat saya selalu ketakutan saat memikirkannya.”

Mengikuti ketahanan tubuhnya, Priscilla harus mandi dengan suhu air sekitar 30 derajat Celcius. Sementara suhu ruangan yang paling membuatnya nyaman adalah sekitar 30 sampai 32 derajat Celcius.

Dokter tampak kesulitan menyembuhkannya. Mereka hanya mengatakan peluang sembuh sebesar 11 persen. “Saya berharap ada penelitian lebih lanjut atau ada dokter yang bisa menyembuhkan. Tapi dokter tampaknya tahu sedikit tentang keadaan tersebut, sehingga yang kami usahakan adalah mencoba untuk menjaga gadis kecil kami tetap hangat.”
 

17 Tahun Menggendong Suaminya Yang Lumpuh Pergi Mengajar

Sunday, February 6, 2011


Du Chanyun adalah seorang guru di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di kampung Dakou.

Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar RB. 6.5 (atau sekitar Rp. 7.000,-).

Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup. Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek.

Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar akan menjadi sebuah mimpi yang jauh baginya.

Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati sang suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, kamu tidak bisa jalan, sampai panggung pun saya akan menggendongmu,” demikian ujar wanita dari kampung yang buta huruf ini.

Menopang Suami
Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang guru dari rumah sampai sekolah yang jaraknya 6 mil. Sejak 1 September 1990, jadwal hidup Li seperti ini. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar.

Di sepanjang jalan, Li meraba, merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitip pesan ke beberapa murid yang agak besar lantas bergesa-gesa pulang. Maklum, di rumah masih ada sawah yang menunggunya untuk dikerjakan.

Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ada dua hal yang paling dia takuti adalah musim panas dan musim dingin.

Rumah Du Chanyun berada pada Barat Selatan sekolah, walaupun jarak dari rumahnya ke sekolah hanya 3 mil, namun tidak ada jalan lain, selain dari jalan tikus, dengan batu-batuan yang berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil.

Pada suatu hari di musim panas, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungai yang deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih. Untung tertahan oleh ranting pohon yang melintang di hulu sungai. Setelah lebih kurang setengah jam, ayahnya yang merasa khawatir akhirnya datang mencari, mereka ditarik, anak dan menantunya baru berhasil diselamatkan. Li lolos dari ancaman maut.

Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya yang kekar menahan batu yang mengganjal.

Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras dan capek. Sang suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu. Hati Du Chanyun merasa iba.

Pada tahun 1993, Du Chanyun memulai rencana buruk agar sang istri meninggalkannya.Ia tak ingin sang istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, mereka sungguh-sungguh akan bercerai.

Di hari perceraian yang ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri yang dikenal akrab ini. Begitu melihat tampang keduanya, semua orang makin gembira. “Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai, kalian pulang saja,” ujar pihak kelurahan.

Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya. “Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya juga akan menggendong kamu sampai tua.”

Tidak Bolos Mengajar
Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri bisa memberikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Di sekolah itu, pendidikan sangat kurang baik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Guangyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak. Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan, pada musim panas dia memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin masak obat anti flu buat anak-anak.

Di bawah bantuan istri, dalam 17 tahun, hari demi hari, tidak terhalangi oleh angin hujan, tidak pernah bolos satu kali pun.

Suatu hal yang menggembirakan, data yang terkumpul dari kepala sekolah tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa yang lulus dari sekolah SD tersebut mencapai 100 %. Tahun lalu ketika ujian masuk perguruan tinggi, ada 4 orang siswa yang dulu pernah diajari dia masuk ke perguruan tinggi, tahun ini ada 4 lagi yang lulus masuk masuk spesialis.

Kini, setiap hari raya Imlek, murid-muridnya sengaja pulang ke kampung menjenguk bapak dan ibu gurunya, masalah tersebut menjadi peristiwa yang sangat menggembirakan bagi sepasang suami istri guru ini.
 

10 Orang Luar Biasa yang Tidak Mempunyai Lengan

1. Pengendara motor tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Liu, 27 tahun, pada saat dia berumur 10 tahun, orang tuanya membawanya ke sirkus untuk melatih keahlian, dan semenjak itu dia berlatih mengendarai sepeda motor tanpa lengan. Liu mengaku bahwa ia sudah mengendarai sepeda motor selama 10 tahun tanpa punya SIM. Dia berkata bahwa sirkus tempat dia dulu berlatih sudah tutup 3 tahun yang lalu, dan sejak itu, dia dan 2 orang temannya dari sirkus melakukan atraksi di jalanan.

Pernah suatu kali polisi menghentikannya ketika berkendara di jalan karena kelebihan muatan, polisi itu terkejut begitu melihat bahwa pengendaranya tidak mempunyai lengan. Akhirnya polisi tersebut tidak jadi mendendanya karena Liu tidak punya uang dan hanya diberi peringatan keras. Liu pun berjanji tidak akan mengendarai sepeda motor lagi.

2. Pemanah tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Mark Stutzman sejak lahir tidak memiliki lengan, dia diadopsi oleh keluarga yang memiliki 7 angota keluarga. Cacat yang dimilikinya tidak membuatnya menyerah, dia melakukan semuanya dengan kakinya, mulai dari makan, menulis, mengemudi, dan memencet tombol-tombol handphone dengan lancar bahkan lebih cepat dari orang-orang normal pada umumnya.

Dia mulai serius melatih keahlian dalam bidang panah sejak berumur 16 tahun. Di dalam turnamen, dia ikut bertanding melawan pemanah-pemanah normal lainnya, dan selalu menjadi pusat perhatian orang. Dia memanah dengan posisi duduk di kursi dengan menahan busur dengan kaki kanannya. Dia biasanya selalu mendapat skor yang cukup bagus, dan katanya dia akan bergabung dengan tim Olympiade 2012.

3. Pemain piano tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Liu Wei memulai debutnya ketika dalam suatu pertunjukan, dia memainkan lagu sedih berjudul “Mariage D'amour” oleh Richard Clayderman. Para penonton dibuatnya kagum oleh penampilannya, tapi yang paling membuat orang terkesima adalah bahwa dia memainkannya bukan dengan tangan, melainkan dengan jari kaki.

Pada 10 oktober 2010, dia keluar sebagai pemenang dalam acara China's Got Talent, dan dia pun mendapat tour ke Las Vegas selama 3 minggu. Liu Wei kehilangan kedua lengannya beberapa tahun lalu ketika dia tersengat listrik saat bermain petak umpet. Dia berkata bahwa bermain piano dengan kaki pada awalnya susah, sampai-sampai kakinya luka dan kram. Namun seiring waktu, akhirnya dia bisa menguasainya. Dia juga pernah berkata pada juri pada saat penampilan pertamanya, "Tidak ada peraturan bahwa bermain piano harus menggunakan tangan". Dan kalau pun ada, kini secara resmi telah berubah oleh Liu Wei.

4. Penulis kaligrafi jalanan tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Seorang pria tak berlengan dari propinsi Shandong sedang menulis kata-kata inspirasional dalam bentuk kaligrafi China bagi para karyawan Foxconn untuk memberikan mereka nasihat agar tidak melakukan hal-hal bodoh, seperti lompat dari gedung atau bunuh diri. Karena semenjak 2010, sedikitnya sudah ada 10 kasus bunuh diri yang dilakukan oleh karyawan Foxconn. Kata-kata itu bertuliskan, "Untuk saudara dan saudari di Foxconn, hidup itu berharga, kita harus menunaikan tugas, selalu ada jalan keluar, keharmonisan bergantung pada diri sendiri". Aksi pria ini menjadi perhatian para karyawan-karyawan Foxconn yang sedang lewat melintasinya, dan banyak dari mereka yang mendukung dan menghargai aksi pria tersebut.

Dulu dia adalah seorang juru masak di Beijing, namun sebuah ledakan gas membuatnya harus melakukan beberapa pengobatan intensif sampai akhirnya kedua lengannya terpaksa harus dioperasi. Untuk mengisi hari-harinya, dia belajar keras untuk bisa menulis kaligrafi dengan kakinya. Aksinya itu bukan hanya bisa memotivasi orang-orang di seluruh negri, tapi juga mampu melunasi biaya pengobatannya yang mahal dari hasil karya-karyanya tersebut.

5. Pegulat tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Kayle Mayner bukan hanya seorang pegulat biasa, tapi dia juga seorang pegulat paling top di sekolahnya dan juga termasuk siswa cerdas di kelasnya. Kyle lahir tanpa siku lengan dan lutut karena bawaan cacat sejak lahir, dan dia menjadi inspirasi bagi semua orang yang memilki tantangan. Kini Kyle bekerja sebagai pembicara di Biro Washington, yang spesialis untuk memberi pidato-pidato motivasi.

6. Pemain golf tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Tommy lahir pada 1893 di Buffalo, New York, anak sulung dari 5 bersaudara. Lengannya diamputasi karena mengalami kecelakaan kereta api tahun 1902. Dia menulis dengan pensil yang ditahan di mulutnya. Dia adalah presiden di kelas seniornya, menghabiskan kuliah selama 3 tahun dan menikah pada tahun 1919, dan kini memiliki 4 anak dan 16 cucu.

Dulunya dia sempat menjadi caddy di sebuah club golf, sambil belajar golf dengan menggunakan leher dan bahu. Lama-lama dia menjadi mahir dan bisa menang di caddies tournament. Setelah selesai kuliah, atas dukungan saudaranya yang juga seorang pemain golf profesional, dia memulai karirnya di kota New York. Trik-trik bermainnya membuatnya menjadi popular di penjuru negeri, termasuk Canada dan Australia. Tommy McAuliffe akhirnya mendapat gelar sebagai "Juara Dunia Pemain Golf Tak Berlengan".

7. Pilot pertama tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Jessica Cox dari Tuxon, Arizona dilahirkan tanpa kedua lengan. Lulusan psikologi ini bisa menulis, mengetik, mengemudi, menyisir rambut, dan berbicara di telepon dengan hanya menggunakan kakinya. Dia juga dulunya adalah bekas penari dan pemegang sabuk hitam dalam beladiri Tae Kwon-Do. Dia punya SIM tanpa batas dan juga bisa menerbangkan pesawat. Pesawat yang dikendarainya ini merupakan salah satu pesawat yang tidak memiliki pedal yang bersertifikat. Tanpa pedal kemudi, Jessica pun bebas menggunakan kakinya sebagai lengan. Dia membutuhkan waktu 3 tahun untuk mendapatkan izin terbangnya dan sudah berlatih selama 89 jam, dengan 3 instruktor penerbangan.

8. Pemain gitar tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Belajar berjalan bagi kebanyakan bayi berarti juga sering jatuh. Bagi Tony Melendez yang tidak memiliki lengan, belajar berjalan berarti sering terjatuh ke lantai tepat mengenai mukanya, hingga dia berusaha keras untuk bisa berdiri dengan kedua kakinya dengan kokoh. Tampaknya perjuangan keras tersebut sudah melekat pada diri Melendez.

Dia berlatih memetik gitar selama 7 jam sehari sampai dia bisa mahir memainkannya. Pada tahun 1987, saat dia berusia 25 tahun, dia bermain dalam kunjungan Sri Paus ke Los Angeles, dan Paus mendorong dia untuk terus memberikan harapan pada semua orang. Sebagai hasilnya, Melendez telah melanglang buana ke 40 negara menjadi pembicara motivasi.

9. Wanita fitness tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Inilah wanita yang memberi inspirasi, Barbie Guerra. Dia kehilangan lengannya pada usia 2 tahun dalam sebuah kecelakaan, namun sekarang dia bisa menjadi model fitness yang luar biasa.

10. Pelukis tak berlengan
http://hermawayne.blogspot.com
Lukisan indah ini adalah salah satu hasil karya seorang pria bernama Peter Longstaff, 48 tahun. Dia tidak memilik lengan, namun menggambar lukisannya dengan menggunakan kaki kanannya. Sambil belajar melukis sendiri, dia juga merupakan seorang ayah, pelatih footbal, dan pernah menjadi peternak babi.

Peter lahir cacat tanpa kedua lengannya, dia belajar menggunakan kaki kanannya layaknya lengan kanan. Dia membuka pintu dan menyalakan lampu dengan berdiri 1 kaki. Sebagai seorang remaja, dia pernah menjadi olok-olokan sebagian orang, namun dia menjadikan hal tersebut sebagai perjuangan hidup.

sumber

Penyulam Tanpa Tangan di Shanghai Expo

Friday, February 4, 2011

Lihatlah sulaman nya, Anda pasti berpikir bahwa dia pny tangan yg sempurna.....




Fakta nya, dia tak mempunyai tangan sama sekali...










My comment...
Kita harus bersyukur dengan apa yg telah kita miliki... Cacat atau tidak, pasti ada sesuatu yg spesial di dalam diri kita untuk ditunjukkan kepada dunia...